Jawabanbusana,musik pengiring JawabanYaitu Penokohan , setting & suteradara Salam Kucing Persia terima sih jawaban kalian udah benar kok
Kembalilagi seperti statemen yang telah saya sampaikan di atas, bahwa periklanan premium tidaklah 100% menjanjikan kesuksesan bagi bisnis Anda. Setelah kita memasarkan dan membuka kampanye iklan online, kita masih perlu melakukan beberapa hal untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Satu pemikiran pada "Mempelajari 4 Elemen Penting Untuk
INIRUMAHPINTAR - Inilah penjelasan paling lengkap tentang Contoh, Ciri, Unsur Pendukung Pementasan Teater Tradisional dan Modern Mancanegara. Teater berasal dari bahasa Yunani theatron yang berarti panggung tempat menonton. Pada mulanya juga diartikan sekumpulan penonton, kemudian ruang penonton, dan akhirnya berarti gedung pertunjukan seluruhnya, termasuk panggungnya. Pada masa sekarang zaman now segala yang bertalian dengan pantomim, mimik, permainan topeng, balet, opera, pertunjukan boneka marionet, deklamasi, termasuk pula sega macam adegan wayang merupakan cakupan teater. Bentuk dasar karya seni terbentuk melalui proses cipta, rasa, dan karsa. Bobot, nilai, dan mutu karya seni bergantung pada kepekaan rasa keindahan manusia penciptanya dan penyerapan serta penghargaan lingkungan masyarakatnya. Oleh karena itu, kesenian dikatakan sebagai hasil budi daya manusia yang mencerminkan ungkapan makna kehidupan. Selanjutnya, kesenian diwujudkan dan digarap dalam bentuk yang bersifat indah dan menghibur para penikmatnya sekaligus dimasukkan sebagai bagian dari kebudayaan dan nilai-nilai rohani yang mendasar dalam kehidupan manusia. Lalu, makna kehidupan dan nilai-nilai rohani itulah yang kemudian dirangkum menjadi nilai moral dalam sebuah kegiatan kesenian, termasuk seni teater. Teater, entah itu teater Nusantara ataupun teater mancanegara adalah karya seni yang tidak hanya memberi rasa bahagia bagi para penikmatnya. Akan tetapi, lebih dari itu teater juga memberi sumbangsih yang berguna bagi keluhuran budi dan kematangan jiwa. Bahkan teater bukan sekedar sebagai tontonan saja tetapi juga memberikan tuntunan kepada masyarakat penikmatnya. Hal ini sesuai dengan pernyataan bahwa kesenian mencerminkan ungkapan makna hidup dan makna hidup yang dimaksud adalah nilai moral. Sebagaimana teater Nusantara, teater mancanegara juga sarat dengan nilai moral dan merupakan cerminan makna hidup oleh penciptanya. Berikut ini akan dijelaskan beberapa contoh karya seni teater mancanegara di Asia. Contoh, Ciri, Unsur Pendukung Pementasan Teater Mancanegara Contoh Karya Seni Teater Mancanegara di Asia A. Contoh Karya Seni Teater Tradisional Mancanegara di Asia Kita awali dengan mamahami konsep pengertian dari seni teater mancanegara. Karya seni teater mancanegara adalah karya seni teater yang ada di mancanegara yang masih terikat aturan kedaerahan atau adat di masing-masing daerahnya. Karya seni teater tradisional mancanegara yang terdapat di Asia, di antaranya sebagai berikut 1. Nok Nok merupakan teater atau drama tradisi Thailand yang berasal dari provinsi-provinsi selatan. Pementasan dalam lakon nok ditutup dengan prosesi keagamaan. Nok ini sebenarnya adalah reformasi seni rakyat Thailand yang bernama lakon jatri. Nok mempunyai arti di luar atau selatan. 2. Nibhathin Nibhatin adalah bentuk pertunjukan roh yang berasal dari Burma. Para pelakonnya adalah para penghibur keliling yang menggunakan agama sebagai payung bagi aktivitas sekuler mereka. 3. Hat Cheo Hat Cheo adalah bentuk tertua dari pertunjukan Vietnam. Hat Cheo adalah bentuk pembaharuan dari nyanyian-nyanyian, tarian-tarian, dan lawakan rakyat yang dipertunjukkan oleh para petani Vietnam pada musim panen. Pertunjukan-pertunjukan rakyat kasta bawah ini lambat laun fokus pada sindiran sosial, terutama para pemegang kasta menengah ke atas yang tidak adil kepada rakyat. 4. Trott Trott merupakan drama tari di daerah pedesaan Kamboja, yakni sebuah tari berburu rusa yang khas. Pemain-pemain menggunakan topeng untuk memerankan lakon sebagai pemburu, lembu jantan, raksasa, dan rusa. 5. Noh Noh adalah bentuk teater musikal yang paling tua di negeri Sakura, Jepang. Penceritaan tidak hanya dilakukan dengan dialog, tetapi juga disertai dengan nyanyian utai, tari-tarian, dan iringan musik hayashi. Ciri unik lainnya, sang aktor utama menggunakan pakaian sutra dengan corak warna-warni sembari memakai topeng kayu. Topeng-topeng tersebut bertujuan untuk memperjelas karakter tokoh-tokoh yang diperankan para pelakonnya. 6. Kabuki Kabuki merupakan sebuah bentuk teater klasik Jepang yang ber-evolusi pada permulaan abad ke-17. Istilah kabuki beranjak dari 3 huruf Jepang yaitu, ka nyanyian, bu tarian, dan ki keterampilan. Keterampilan dalam hal ini dimaksudkan adalah keterampilan menggunakan pedang. Ciri khasnya berbentuk irama kalimat demi kalimat yang diucapkan oleh para aktor, kostumnya sangat meriah, tata riasnya sangat mencolok, dan memakai peralatan mekanis untuk mencapai efek-efek khusus di atas panggung. Tata rias wajah atau make up juga menonjolkan karakter tokoh yang dilakonkan. Lakonnya umumnya mengambil tema abad pertengahan. Selain itu, semua tokoh dalam lakon atau cerita, baik pria maupun wanita, dimainkan oleh kaum pria. 7. Bunraku Bunraku populer sekitar abad ke-16. Bunraku merupakan teater boneka di Jepang yang dimainkan dengan iringan nyanyian yang sifatnya bercerita. Musik yang dimainkan adalah shamisen, yaitu alat musik petik berdawai 3. Bunraku merupakan salah satu bentuk teater yang paling halus di dunia. Para dalang atau yang menggerakkan boneka berpakaian serba hitam. 8. Kyogen Kyogen merupakan sebuah teater klasik Jepang yang sifatnya lelucon. Teater ini dipentaskan dengan aksi dan dialog yang amat gaya. Selain itu, dahulu teater ini dipentaskan di sela-sela pementasan noh meski sekarang terkadang dipentaskan sendiri. Kyogen tidak menggunakan topeng. 9. Mithila-Orissa Mithila-orissa berasal dari Odissi, India. Teater ini menandai adanya pengaruh tarian di dalam interaksi budaya antardaerah. 10. Pansori Pansori adalah suatu format dalam cerita. Ada seorang pemain sandiwara sebagai pusat yang menyampaikan dialog dan nyanyian menjadi suatu cerita utuh, sedangkan pemain sandiwara yang lain menambahkan penggambaran suasana hati dan irama sesuai cerita disertai pukulan drum dan kata-kata lisan yang disebut chuimsae. Baik talchum maupun pansori tidak memiliki naskah tertulis. Keduanya menggunakan sastra lisan yang berkembang secara turun temurun. 11. Talchum Talchum secara harfiah berarti tari topeng. Talchum merupakan seni pertunjukan yang mengandung seni musik, tari, dan termasuk juga seni teater. Para pemain menggunakan topeng dan memainkan naskah dengan dialog, tarian, dan nyanyian. Oleh karena itu, pemain sandiwara bisa merahasiakan identitas mereka. Banyak dari permainan yang dimainkan mengandung syair sindiran. B. Contoh Karya Seni Teater Modern Mancanegara di Asia Karya seni teater modern di mancanegara adalah karya seni teater di mancanegara yang tidak lagi terikat aturan kedaerahan. Karya seni teater tersebut telah dimodernisasi dengan kreativitas para seniman tanpa mengindahkan aturan kedaerahan. Berikut karya seni teater modern di Malaysia dan Jepang 1. Teater Modern di Jepang Teater modern Jepang dimulai awal abad ke-20 1910 dengan tetap pada konsep shingeki percobaan gaya teater Barat dengan mengambil gaya naturalistik dan tema-tema kontemporer yang kontras dengan noh ataupun kabuki. Para periode berikutnya muncul fenomena pertumbuhan dalam drama kreasi baru, di mana memperkenalkan konsep estetik yang segar dan merevolusi teater modern ortodoks. Selain itu, digunakan gaya realistis dan bentuk drama psikologi. Contoh teater modern Jepang adalah opera Pinokio yang pernah dipentaskan oleh kelompok teater Jepang, Konnyakuza, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada tanggal 16-17 Mei 2017 silam. Naskah opera Pinokio ini digarap oleh Kiyokazu Yamamoto bersama sutradara Tae Ito. Pertunjukan opera Pinokio tersebut didukung oleh empat pemain, yaitu Takao Imura, Toshiyuki Sato, Mayumi Okahara, dan Satomi Tanaka. Selain itu, diiringi permainan piano oleh Kyoko Hagi. Ceritanya sangat orisinil, menonjolkan kegembiraan Pinokio berpetualang dan menjadi dewasa setelah berpetualang. Sebagaimana kisah Pinokio yang kita kenal selama ini, opera Pinokio ini juga mengisahkan boneka kayu dan pembuat boneka tersebut, yaitu seorang kakek bernama Gepetto. Petualangan Pinokio berawal dari berangkat ke sekolah, kemudian tergoda mengikuti pertunjukan boneka. Lalu, Pinokio ditipu oleh kucing dan rubah sehingga tersesat. Oleh karena merasa lapar, ia makan tomat milik petani dan ditangkap karena dikira mencuri ayam. Pinokio dibebaskan setelah diketahui bahwa yang mencuri ayam adalah kucing dan rubah. Petualangan Pinokio berlanjut, yaitu naik kereta kuda hingga lupa wktu dan berubah menjadi keledai karena lupa wktu tersebut. Pengrajin tabuh melemparkannya ke laut dan Pinokio ditelan ikan paus. Pinokio bertemu kakek Gepetto yang juga tertelan ikan paus saat mengembara mencarinya. Mereka meloncat dari mulut ikan paus dan bebas. Pinokio telah mengembara jauh. Ia tidak hanya menjadi kuat, tetapi juga menjadi anak yang baik. Melalui opera ini, diharapkan anak-anak bersikap baik dan tumbuh menjadi manusia dewasa yang baik. Selain itu, opera ini juga menunjukkan bahwa anak-anak butuh bermain. Kelompk teater Jepang, Konnyakuza juga pernah tampil mementaskan Si Teto Robot 2001 dan Gauche the Cellist 2003 di Indonesia. 2. Teater Modern di Malaysia Teater Malaysia berjudul Angin Kering. Teater ini karya Datuk Johan Jaaffar yang menggabungkan Persatuan Kreatif Budaya Anak Seni KUBAS dan Persatuan Warisan Budaya AKRAB. Naskah Angin Kering ini mengisahkan tentang sekumpulakn manusia dari berbagai golongan yang sedang menghadapi maut karena kekeringan dan kepanasan. Keadaan tersebut mendorong para manusia tersebut berkhayal tentang kemewahan sehingga melupakan keadaan yang sebenarnya. Konflik pun muncul ketika mereka saling mencari keuntungan untuk diri sendiri. Selain itu, teater Malaysia lainnya yaitu Kerusi, karya Dr. Hatta Azad Khan yang dipentaskan oleh kelompok seni Teater dan Persembahan Anak Kolej PTPL Rentak PTPL, Sabah. Juga ada teater Terdampar, karya Slwomir Mrozek yang dipentaskan oleh Sanggar Creative Production Sarawak, Selanjutnya ada teater Uraung Ulu Hatinye Luke Lagih, karya Ibrahim Mohd. Selanjutnya teater Taib yang dipentaskan oleh kelompok KEULU Terengganu. Terakhir, ada juga teater Jebat, karya Dr. Hatta Azad Khan yang dipentaskan oleh kelompok Resdungis Pulau Pinang. Karya-karya seni teater tersebut turut serta dalam festival teater di Malaysia pada tahun 2006 silam. Sebagai pemenangnya yaitu teater berjudul Angin Kering, yang memperoleh 5 kategori penghargaan. 3. Teater Modern di Korea Setelah Negara Korea membuka pintu terhadap negara-negara asing pada akhir abad ke-19, muncul teater modern yang pertama, yaitu Hyopyul-Sa, pada tahun 1902. "Permainan Baru" menjadi istilah Korea untuk drama Barat pada waktu itu. Panggung teater baru, seperti Shakespeare mulai diperkenalkan sebagai gelombang baru dalam seni teater Korea. Sekarang ini format yang tradisional dilanjutkan oleh Lembaga Pelestarian Budaya. Dalam hal ini, pemerintah membiayai seniman tradisional untuk kelestarian teater tradisional. Teater Korea sekarang mempunyai 3 misi utama. Pertama, pemerintah membiayai teater, seperti Nasional Teater dan Seoul. Selain itu, pemerintah mendirikan Pusat Perbendaharaan Seni yang terdiri dari teater tradisional dan klasik Korea. Kedua, menjadikan Daehakro sebagai Broadway-nya Seoul. Banyak pertunjukan teater eksperimental dan mutakhir diselenggarakan di Daehakro. Ketiga, tujuan paling besar adalah membangun teater Korea sebagai teater yang populer. Hal ini diusahakan dengan banyak membangun gedung teater besar di Seoul yang sebagian besar digunakan untuk panggung pertunjukan musik dan menyaingi Broadway. Ciri-Ciri Teater Tradisional dan Teater Modern Mancanegara A. Teater Tradisional Mancanegara Sebagaimana teater tradisional Nusantara, teater tradisi mancanegara memiliki ciri-ciri sebagai berikut 1. Memiliki keunikan dan keindahan tersendiri, misalnya bentuk dan cara penyajian, latar setting, gerak fisik, dan irama pengiringnya. 2. Dialognya disertai dengan improvisasi. 3. Kaya akan pesan moral dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Misalnya, kisah Ramayana pada teater boneka di India. 4. Pertunjukkan diselenggarakan di pentas terbuka outdoor. 5. Latar atau setting-nya masih simple sederhana. B. Teater Modern Mancanegara Sebagaimana teater modern di Indonesia, teater modern mancanegara memiliki ciri-ciri sebagai berikut 1. Masih menggunakan naskah 2. Terdapat kebebasan berimprovisasi 3. Dialog merupakan sampiran cerita 4. Timbul dari golongan elit atau kaum terpelajar 5. Kebanyakan berisi kritikan terhadap kehidupan masa kini. Unsur-Unsur Pendukung Pementasan Teater Tradisional dan Teater Modern Mancanegara Selain unsur pokok pementasan teater, terdapat juga unsur pendukung yang berperan dalam keberhasilan pementasan teater, baik teater tradisi maupun teater modern. Adapun unsur-unsur pendukung itu adalah sebagai berikut Unsur-Unsur Pendukung Pementasan Teater Tradisional dan Modern Mancanegara 1. Tata Rias Tata rias merupakan unsur pendukung keberhasilan suatu pementasan teater. Tata rias ini dapat mendukung kejelasan watak atau karakter tokoh yang diperankan. 2. Tata Busana Pakaian atau busana merupakan unsur yang juga dapat membantu memperjelas karakter tokoh yang diperankan. Selain itu, busana yang memadai dan tepat dapat membuat penonton lebih tertarik untuk menyaksikan pementasan teater. 3. Tata Musik Tata musik merupakan unsur pendukung pementasan teater yang dapat menghidupkan suasana lakon melalui suara. Iringan musik yang digunakan hendaknya sesuai dengan adegan yang dipentaskan sehingga benar-benar menghidupkan lakon tersebut. 4. Tata Cahaya Unsur cahaya ini mendukung pementasan teater dalam hal memberi penerangan dan melenyapkan gelap. Tata cahaya juga sangat berkaitan dengan penggambaran latar waktu dan suasana, seperti musim atau cuaca dalam adegan yang ditampilkan. Selain itu, berfungsi dalam memperkuat kejiwaan sebuah lakon. Tata cahaya dapat membuat bagian-bagian tertentu dari pentas sesuai dengan lakon yang sedang dimainkan. 5. Dekorasi Dekorasi adalah pemandangan yang menjadi latar dari sebuah tempat yang digunakan untuk memainkan lakon. Unsur ini dapat mendukung suasana lakon dalam pementasan teater. Demikianlah pembahasan lengkap tentang Contoh, Ciri, Unsur Pendukung Pementasan Teater Mancanegara. Semoga bermanfaat!
2 Memfokuskan pada bagian pelaksanaan kerja karyawan tata artistik serta memilih mutu hasil yang sebelum dan pada saat merekam subjek. Hak-hak Art Director: 1. Serempak dengan production designer menentukan serta mencari anggota kerja pada ke ahlian tata artistik yang ahli dan juga sesuai apabila bertugas di sebuah produksi film. 2.
Jawaban Fungsi kayu pada cermin ? Melalui titik-eighteen,-12 dan sejajar dengan garis yang persamaanya 6y=4x+12 Melalui titik -eighteen,-12 dan sejajar dengan garis yang persamaanya 6y=4x + 12 Jelaskan persamaan salah satu kebiasaan antardaerah disekitar kalian!! Jelaskan salah satu kebiasaan yang berlaku di sekitar kalian !! Faktorkanlah 3p-two²-p-1² A.3p+2q² 3p-2²-p-1² Yang A perkaian bentuk aljabar Kedudukan pancasila sebagai pandangan hidup ? Tolong uraikan …. Ceritakan kembali secara singkat kisah umar dengan janda tua ? Dapatkah kamu mengenali tokoh dari dialog atau penjelasan tentang tokoh si dalam cerita kupu kupu ibu ?? Recommend QuestionsJelaskan 2 Elemen Penting Pendukung Keberhasilan Pada Pertunjukan Teater Jawaban Jawaban yang benar diberikan riangustianto Membuat pertunjukan itu menjadi pertunjukan yang di tunggu tunggu dengan cara membuat penonto itu terpukau mudah mudahan itu bener ya 🙂 Jawaban yang benar diberikan fathia0519 agar alur cerita diiringi oleh sebuah musical instrument musik… dan penonton pun mudah mengartikan.. serta menarik perhatian pemeran yang pandai akan akting… agar alur/jalannya cerita bisa mendukung… mungkin bisa membantu… Jawaban yang benar diberikan kyungie57 Dua elemen penting yang mendukung keberhasilan pada teater adalah aktor pria dan aktris wanita dan penonton. Aktor atau aktris adalah seseorang yang memainkan peran tertentu di sebuah picture. Sedangkan penonton adalah yang menyaksikan aksi mereka di film tersebut. Rating atau penilaian penonton tentu diperlukan sebagai saran kedepannya agar lebih baik lagi. Jawaban yang benar diberikan AnggiAgg1316 jawaban 4.–untuk sarana penambah daya imaginasi sehingga lakon menjadi lebih hidup dan merangsang pengembangan ilusi. –Manusia, binatang, benda-benda alam, dapat menjadi sumber bunyi yang menghasilkan suara. dan penonton Jawaban yang benar diberikan falihrofif jawaban busana,musik pengiring Jawaban yang benar diberikan Safa1806 jawaban Yaitu Penokohan , setting & suteradara Salam Kucing Persia Jawaban yang benar diberikan bolot73 jawaban • menyiapkan sarana & prasarana yang tersedia sebaik mungkin untuk doapatnya menguasai panggung • menampilkan sesuatu yang menarik dan sulit ditebak sehingga membuat penonton menjadi penasaran & tetap tertarik untuk dinikmati smoga mmbntu Jawaban yang benar diberikan yuni6918 Jawaban yang benar diberikan Lialestia4572 Pemain sama penonton maaf kalo salah Jawaban yang benar diberikan rara8456263 Jelaskan dua elemen penting pendukung keberhasilan pada pertunjukan teater ?? saidahathifah Membuat pertunjukan itu menjadi pertunjukan yang di tunggu tunggu dengan cara membuat penonto itu terpukau mudah mudahan itu bener ya 🙂 saidahathifah punya FACEBOOK saidahathifah instagran saidahathifah20 twitter jarang mainnn hmmmm bbm sih punya . kelas 7 ,kamu anggreinirn Sam sya juga punya .sya nge add together facebook kamu ya jadi bisa ngobrol lewat bbm 😉 🙂 anggreinirn Udh sya invite kok pin kmu 🙂 trims ya More Questions From This User Run across All anggreinirn September 2018 0 Replies Fungsi kayu pada cermin ? Reply anggreinirn September 2018 0 Replies Melalui titik-eighteen,-12 dan sejajar dengan garis yang persamaanya 6y=4x+12 Answer anggreinirn September 2018 0 Replies Melalui titik -eighteen,-12 dan sejajar dengan garis yang persamaanya 6y=4x + 12 Answer anggreinirn September 2018 0 Replies Jelaskan persamaan salah satu kebiasaan antardaerah disekitar kalian!! Answer anggreinirn September 2018 0 Replies Jelaskan salah satu kebiasaan yang berlaku di sekitar kalian !! Answer anggreinirn September 2018 0 Replies Faktorkanlah 3p-two²-p-1² Answer anggreinirn September 2018 0 Replies A.3p+2q² 3p-2²-p-1² Yang A perkaian bentuk aljabar Answer anggreinirn August 2018 0 Replies Kedudukan pancasila sebagai pandangan hidup ? Tolong uraikan …. Answer anggreinirn August 2018 0 Replies Ceritakan kembali secara singkat kisah umar dengan janda tua ? Reply anggreinirn August 2018 0 Replies Dapatkah kamu mengenali tokoh dari dialog atau penjelasan tentang tokoh si dalam cerita kupu kupu ibu ?? Answer Recommend Questions riko567 May 2021 0 Replies bagaimana hubungan antara tata rias dan tata busana hana9270 May 2021 0 Replies Mengapa batik disebut Seni Rupa 2 Dimensi shivaardita70 May 2021 0 Replies jenis dan bentuk produk pangan setengah jadi menjadi produk pangan siap dikonsumsi dki jakarta dari serealia acho8984 May 2021 0 Replies f dlm bentuk notasi balok terletak ke ke ke pitch jangkauan wilayah yg mampu di jangkau nada yg harus di suara yg di bea pada setiap org DAN KERJAKAN NO 49,fifty PADA GAMBAR DI ATAS Ismahaniel9993 May 2021 0 Replies Dalam pemindahan/penyaduran karya drama dituntut persyaratan² yg harus dipenuhi ,kecuali..? budaya harus utuh dalam keseluruhan teks tdk boleh dirubah tdk boleh berubah hanya sebagian yg boleh dirubah yg terdapat dalam teks asli kemungkinan terjadi pula dalam konteks budaya yg diadaptasi Frzsabila1359 May 2021 0 Replies Apa arti tangga cipher slendro adelaalmarif4319 May 2021 0 Replies Apakah ini betul katun wol dan sutra adalahserat dan bahan alam irfandigmailcom6002 May 2021 0 Replies Sebutkan daera ygmengenal teknik batik tulis Helenaprilia4445 May 2021 0 Replies Sarana Untuk Mewujudkan Gagasan Suatu Karya Seni Di Namakan… A. Medium C. Tena D. Ekspresi E. Struktur seni dimasdi7332 May 2021 0 Replies Berkarya dalam seni musik,kecuali… A. adanya gagasan kreatif dalam berkarya musik B. terdapat unsur dasar musik C. mengaransemen lagu D. mengapresiasi karya musik E. pergelaran seni musik
a Jelaskan dua fungsi tata busana pada pertunjukan teater! b. Jelaskan dua elemen penting pendukung keberhasilan pada pertunjukan teater! Seni Budaya 211 Aktivitas Mengomunikasikan 1. Buat tulisan tentang pertunjukkan teater yang dibawakan oleh kelompok lain. 2. Tulislah maksimum 50 kata dan berdasarkan hasil pengamatan yang di
Penelitian ini memfokuskan pada hubungan suatu pertunjukan teater yang terdiri dari sumber pesan, isi pesan dan format pesan dengan perilaku penonton Kota Bogor. Penelitian ini dilakukan di Gedung Kesenian Kamuning Gading pada anggota Keluarga Teater Kampus Bogor. Tujuan dari penelitian adalah 1 untuk mengetahui sumber pesan dalam teater, 2 untuk mengetahui isi pesan dalam teater, 3 untuk mengetahui format pesan dalam teater, dan 4 untuk menganalisis hubungan antara sumber pesan, isi dan format pesan dalam pertunjukan teater dengan perilaku penonton. Analisa variabel dalam penelitian ini menggunakan analisa kuantitatif, Penelitian ini menggunakan metode asosiatif-kausal. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner. Analisis data deskriptif menggunakan weight means score, dan untuk menguji hubungan antara variabel menggunakan uji statistik Rank Spearmans. Adapun hasil penelitian menunjukan pada sumber, isi dan format pesan dalam teater, yang mempengaruhi pada perilaku penonton teater. Hali ini mempengaruhi penonton dalam memberikan efek kognitif, afektif dan behavioral dalam melihat pertunjukan teater. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Pertunjukan teater dengan perilaku penonton HUBUNGAN PERTUNJUKAN TEATER DENGAN PERILAKU PENONTON THEATER SHOWING RELATIONSHIP WITH WATCHTOR BEHAVIOR M Niswan1, H Bilada1, Sukarelawati1a 1 Universitas Djuanda Bogor, Jawa Barat, Indonesia a Korespondensi Sukarelawati, Email sukarelawati Diterima 26-03-2018; Ditelaah 28-03-2018; Disetujui 18-10-2018 ABSTRACTThis study focuses on the relationship of a theater performance consisting of message sources, message content and message format with the audience behavior of Bogor City. This research was conducted at the Kamuning Gading Art Building at members of the Bogor Theater Campus Family. The objectives of the research are 1 to find out the source of messages in the theater, 2 to find out the content of messages in the theater, 3 to find out the message format in the theater, and 4 to analyze the relationship between message sources, content and message format in theater performances with audience behavior. Analysis of variables in this study using quantitative analysis, this study uses associative-causal methods. Data was collected using a questionnaire. Descriptive data analysis uses weight means score, and to test the relationship between variables using Rank Spearman's statistical test. The results of the study showed the source, content and format of the message in the theater, which influenced the behavior of the theater audience. This affects the audience in giving cognitive, affective and behavioral effects in seeing theater performances. Keywords behavior, message source, message content, message format. ABSTRAKPenelitian ini memfokuskan pada hubungan suatu pertunjukan teater yang terdiri dari sumber pesan, isi pesan dan format pesan dengan perilaku penonton Kota Bogor. Penelitian ini dilakukan di Gedung Kesenian Kamuning Gading pada anggota Keluarga Teater Kampus Bogor. Tujuan dari penelitian adalah 1 untuk mengetahui sumber pesan dalam teater, 2 untuk mengetahui isi pesan dalam teater, 3 untuk mengetahui format pesan dalam teater, dan 4 untuk menganalisis hubungan antara sumber pesan, isi dan format pesan dalam pertunjukan teater dengan perilaku penonton. Analisa variabel dalam penelitian ini menggunakan analisa kuantitatif, Penelitian ini menggunakan metode asosiatif-kausal. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner. Analisis data deskriptif menggunakan weight means score, dan untuk menguji hubungan antara variabel menggunakan uji statistik Rank Spearmans. Adapun hasil penelitian menunjukan pada sumber, isi dan format pesan dalam teater, yang mempengaruhi pada perilaku penonton teater. Hali ini mempengaruhi penonton dalam memberikan efek kognitif, afektif dan behavioral dalam melihat pertunjukan teater. Kata kunci format pesan, isi pesan, perilaku, sumber pesan. Niswan, M., Bilada, H., & Sukarelawati. 2018. Hubungan Pertunjukan Teater dengan Perilaku Penonton. Jurnal Sosial Humaniora 92 138-143. Jurnal Sosial Humaniora p-ISSN 2087-4928 e-ISSN 2550-0236 Volume 9 Nomor 2, Oktober 2018 PENDAHULUAN Komunikasi merupakan dasar bagi seluruh interaksi antar manusia. Tanpa komunikasi, sebuah interaksi antar manusia baik kelompok, maupun organisasi tidak mungkin terjadi. Komunikasi merupakan hubungan kontak antara manusia baik individu maupun kelompok. Komunikasi adalah bagian dari kehidupan manusia, karena manusia sejak dilahirkan sudah berkomunikasi dengan lingkungannya. Komunikasi bukan sekedar tukar menukar pikiran serta pendapat saja, akan tetapi kegiatan yang dilakukan untuk berusaha mengubah pendapat dan tingkah laku orang lain. Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi telah memperlihatkan otonomi kekuasaannya dalam proses-proses pembentukan sejarah, ideology politik dan kematian, agama dan kesusastraan. Plato diseret ke tiang gantung karena menggunakan bahasa yang berbeda dengan kehendak penguasa. Para martir dalam sufisme dari Al-Hallaj sampai Syekh Siti Jenar mengalami nasib yang sama, juga disebabkan oleh persepsi bahasa yang berbeda. Salad, 2000. Kutipan di atas dipahami, bahwa penggunaan bahasa, dapat mengubah persepsi orang berbeda dengan makna yang dimaksudkan oleh komunikator. Lakon teater atau jalannya teater sebenarnya mengandung pesan atau ajaran, terutama ajaran moral bagi penontonnya. Penonton menemukan ajaran itu secara tersirat dalam lakon drama. Wiyanto, 2002 Teater merupakan tiruan kehidupan manusia yang diproyeksikan di atas pentas. Melihat teater, penonton seolah melihat kejadian dalam masyarakat. Kadang-kadang konflik yang disajikan dalam teater sama dengan konflik batin mereka sendiri. Lakon teater sebenarnya mengandung pesan atau ajaran terutama ajaran moral bagi penontonnya. Penonton menemukan ajaran itu secara tersirat dalam lakon teater waluyo, 2002 Menonton suatu pertunjukan teater sering terjadi penonton dapat memahami jalan cerita, walaupun ada kata-kata atau kalimat yang kurang dipahami. Ini dimungkinkan karena pembicaraan dalam dialog suatu teater diikuti oleh mimik dan gerak-gerik serta intonasi yang kurang jelas oleh pelaku yang memainkan perannya dengan baik. Melalui teater, selain dapat mempelajari dan menikmati hasilnya, orang juga dapat memahami masalah yang disodorkan di dalamnya tentang masyarakat melalui dialog-dialog pelaku sekaligus belajar tentang isi pesan teater tersebut dan juga mempertinggi pengertian mereka tentang bahasa lisan. Sehingga nilai-nilai pesan yang terkandung di dalamnya mudah diserap oleh penonton Waluyo, 2002. Dengan fenomena diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terkait dengan Hubungan pertunjukan teater dengan perilaku penonton. Peneliti mengajukan rumusan masalah 1 bagaimana sumber pesan dalam teater? 2 bagaimana isi pesan dalam teater? 3 bagaimana format pesan dalam teater? 4 bagaimana hubungan sumber pesan, isi pesan dan format pesan dalam teater dengan perilaku penonton?. Adapun tujuan dan manfaatnya sebagai berikut 1 untuk mengetahui sumber pesan dalam teater, 2 untuk mengetahui isi pesan dalam teater, 3 untuk mengetahui format pesan dalam teater, dan 4 untuk menganalisis hubungan antara sumber pesan, isi dan format pesan dalam pertunjukan teater dengan perilaku penonton. Manfaat penelitian ini dapat mengembangkan pemahaman yang lebih luas dalam bidang ilmu komunikasi terkait dengan informasi yang disampaikan melalui media pertunjukan teater, dapat menjadi bahan studi dan evaluasi bagi pelaku teater dalam menyampaikan pesan sehingga timbulnya perilaku terhadap penonton. Pertunjukan teater dengan perilaku penonton MATERI DAN METODE Materi Teater berasal dari kata teatron bahasa Yunani, artinya tempat melihat Romawi, auditorium; tempat mendengar. Atau, area yang tinggi tempat meletakan sesajian untuk para dewa. Amphiteater di Yunani adalah sebuah tempat pertunjukan. Bisa memuat sekitar penonton. Riantiarno, 2011. Sumber pesan berbicara tentang siapa yang menjadi sumber pesan who should say it. Sumber pesan dalam teater merupakan sebuah penyampaian pesan terlebih kedalam ilmu peran yang dipegang oleh aktor dalam berteater, aktor pun menghidupkan kembali kisah dengan beragam keterampilan dan alat bantu, seperti pengubahan suara, ekspresi wajah, gerak tubuh, menjadi sangat penting dalam penyampaian isi pesan. Isi pesan berbicara mengenai apa yang dikatakan what to say. Jika dikaitkan dengan isi pesan dalam teater, isi pesan yang mencakup semua ide atau gagasan, bahkan tema dalam pertunjukan teater dikemas dalam sebuah naskah pertunjukan, dimana naskah itu harus menceritakan atau menjabarkan sebuah isi pesan baik moral atau bercerita tentang kehidupan sehari-hari Riantiarno, 2011 Format pesan berbicara tentang bagaimana mengatakan pesan secara simbolis how to say it simbolically. Format pesan harus kuat Riantiarno, 2003. Pesan dibawakan dalam televisi atau langsung secara personal, semua elemen tersebut ditambah bahasa tubuh petunjuk nonverbal harus direncanakan. Diantarannya gerak tubuh, tata rias, vocal, tata busana, dan tata suara. Jika pesan ada pada produk atau kemasan produk, maka komunikator harus memperhatikan tata panggung dan tata lampu. Komponen Perilaku Komponen kognitif adalah perilaku yang berhubungan dengan gejala mengenai pikiran. Ini berarti perilaku berwujud pengetahuan, Pemahaman individu tentang objek atau kelompok objek tertentu. Contoh pengetahuan pesan yang didapat setelah melihat pertunjukan teater Diana, 2008 Komponen afektif berwujud proses yang menyangkut perasaan-perasaan tertentu seperti Sikap, simpati, antipati, dan sebagainya yang ditujukan kepada objek-objek tertentu. Contoh setelah mengetahui pesan yang ada pada pertunjukan teater, seorang penonton merasa suka untuk menonton pertunjukan teater Diana,2008. Komponen konatif atau behavioural bersangkutan dengan niat, upaya, usaha yang cenderung menjadi suatu keputusan dan tindakan. Behavioral berwujud proses tendensi atau kecenderungan untuk berbuat sesuatu misalkan kecenderungan untuk meonton. komponen behavioural dipengaruhi oleh komponen kognitif yang memiliki kecenderungan untuk bertindak konatif Diana,2008. Metode Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian asosiatif dengan hubungan kausal. penelitian asosiatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variable atau lebih. Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat. Jadi terdapat variabel independen variabel yang mempengaruhi dan dependen dipengaruhi, Sugiyono 2012. Populasi dalam penelitian ini adalah Keluarga Teater Kampus Bogor KTKB khususnya yang menjadi anggota dalam KTKB. Adapun teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh atau sensus. Menurut Sugiyono 2008 Teknik sampling jenuh atau sensus adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Analisa variabel dalam penelitian ini digunakan analisa kuantitatif yaitu dengan statistik. Setelah data terkumpul dengan lengkap, data dikumpulkan menggunakan kuisioner. Analisis data deskriptif Jurnal Sosial Humaniora p-ISSN 2087-4928 e-ISSN 2550-0236 Volume 9 Nomor 2, Oktober 2018 menggunakan weight means score, dan untuk menguji hubungan antara variabel menggunakan uji statistik Rank Spearmans. HASIL DAN PEMBAHASAN Pertunjukan teater memiliki peranan seperti sumber pesan, isi pesan dan format pesan, yang seimbang. Sehingga pertunjukan teater menjadi pesan yang disampaikan kepada penonton, pesan yang diterima oleh penonton pun berkaitan dengan keadaan, atau peritiwa yang pernah dialami penonton, perbedaannya hanya dikemas di sebuah panggung pertunjukan, sehingga menjadi sebuah hubungan tindakan atau keputusan penonton untuk melakukan pengambilan keputusan perilaku penonton. Hasil penelitian mengenai hubungan pertunjukan teater dengan perilaku penonton menunjukan adanya hubungan antara variabel pengaruh X sebagai Pesan teater dengan variabel Y sebagai perilaku penonton yang ditujukan. Hasil nilai koefesien korelasi Ran Spearman`s antara variabel hubungan pertunjukan teater denga perilaku penonton sebesar dengan arah positif pada indikator sangat rendah dalam interprestasi koefisien korelasi. Adapun pengaruh yang diberikan oleh variabel X pesan dalam teater hanya sebesar 8,85% pada variabel Y yaitu perilaku penonton sesuai dengan hasil perhitungan koefisien determinasi. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan beberapa faktor yang membuat ada hubungannya antara faktor X antara lain sebagai berikut. 1. Sumber pesan dalam teater atau aktor sudah baik dalam menjadi sumber pesan. Sehingga ide dan gagasan yang disampaikan aktor, memperlihatkan nilai baik dan benar dalam suatu permasalahan dapat diterima sangat baik oleh penonton. 2. Naskah atau isi pesan dalam teater sangat baik. Naskah menjadi pegangan seorang sumber pesan atau aktor, dalam menceritakan atau menyampaikan isi pesan, naskah teater itu sendiri menceritakan atau mengangkat peristiwa yang terjadi di masyarakat, adat, ataupun ruang lingkup pergaulan masyarakat, naskah berbicara tentang kehidupan sehari-hari sehingga penonton bisa memahamai dengan sangat baik. 3. Tata Artistik yang berhubungan dengan pengemasan ketika petunjukan teater, menjadi gambaran suatu pertunjukan teater dilihat sangat diperlukannya, gerak tubuh, mimik muka untuk memunculkan karakter aktor, sehingga perlu tata rias dan tata busana untuk memperkuat karakter tokoh seorang aktor, bahkan vocal pun harus diperhatikan karena baik bahasa yang diucapkan menggunakan artikulasi, intonasi, serta diksi akan menjadi faktor pemaparan pesan kepada penonton, dan tata panggung, tata suara serta tata cahaya menjadi akhir pengemasan sebuah pertunjukan, dimana menjadai faktor penguat keadaan, suasana, suatu pertunjukan. Sehingga penonton bisa menikmati pertunjukan teater secara sempurna. Selanjutnya untuk mengetahui sejauh mana variabel hubungan pertunjukan teater X dengan Perilaku Penonton Y dalam penelitian ini, maka perlu digunakan perhitungan koefisien determinasi Kd, yaitu Dengan demikian besarnya kontribusi variabel independen terhadap variabel dependen sebesar 8,58%, dan kontribusi faktor lain adalah sebesar 91,42%. Pertunjukan teater dengan perilaku penonton KESIMPULAN DAN IMPLIKASI Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan dengan permasalahan mengenai hubungan pertunjukan teater terhadap perilaku penonton keluarga teater kampus Bogor dapat disimpulkan bahwa 1. Sumber pesan dalam teater adalah seorang aktor. Aktor dinyatakan menjadi sumber pesan yang baik dilihat dari kelayakan untuk dipercaya trustworthiness berkaitan dengan seberapa obyektifitas dan jujur sember pesan tersebut dirasakan oleh penonton. Sehingga ide dan gagasan yang disampaikan aktor, memperlihatkan nilai baik dan benar dalam suatu permasalahan dapat diterima sangat baik oleh penonton, tetapi aktorpun perlu memiliki kecerdasan dalam ilmu peran sehingga menjadi acuan dalam penyampaian pesan ketika pertunjukan teater. 2. Isi pesan dalam teater adalah sebuah naskah. Naskah dikatakan, disampaikan atau dipertanyakan sehingga isi pesan dapat diterima oleh penonton. Naskah menjadi pegangan seorang sumber pesan atau aktor, dalam menceritakan atau menyampaikan isi pesan, naskah teater itu sendiri menceritakan atau mengangkat peristiwa yang terjadi di masyarakat, adat, ataupun ruang lingkup pergaulan masyarakat, naskah berbicara tentang kehidupan sehari-hari sehingga penonton bisa memahamai dengan sangat baik, naskah pun sebagai pedoman seorang aktor dalam menyampaikan pesan sehingga menjadi isi pesan yang disampaikan sumbe pesan dalam pertunjukan teater. 3. Format pesan berbicara tentang bagaimana mengatakan pesan secara simbolis how to say it simbolically. Yang dimana format pesan dalam teater adalah tata artistik, dimana artistik berhubungan dengan pengemasan ketika petunjukan teater, menjadi gambaran suatu pertunjukan teater dilihat sangat diperlukannya, gerak tubuh, mimik muka untuk memunculkan karakter aktor, sehingga perlu tata rias dan tata busana untuk memperkuat karakter tokoh seorang aktor, bahkan vocal pun harus diperhatikan karena baik bahasa yang diucapkan menggunakan artikulasi, intonasi, serta diksi akan menjadi faktor pemaparan pesan kepada penonton, dan tata panggung, tata suara serta tata cahaya menjadi akhir pengemasan sebuah pertunjukan, dimana menjadai faktor penguat keadaan, suasana, suatu pertunjukan. Sehingga penonton bisa menikmati pertunjukan teater secara sempurna. 4. Dapat disimpulkan bahwa hubungan pertunjukan teater terhadap perilaku penonton keluarga teater kampus bogor, berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa hubungan variabel independen terhadap vareiabel dependen memiliki nilai koefisien korelasi antara variabel sumber pesan, isi pesan dan format pesan terhadap variabel efek kognitif, efek afektif dan efek behavioral, sebesar 0,039 dan menurut tabel interprestasi terhadap koefisien korelasi menunjukan hubungan yang sedang dan arah yang positif menunjukan hubungan yang sangat nyata antara kedua variabel tersebut walaupun memiliki hubungan yang sedang. Implikasi Implikasi Teoretis Penelitian ini memberikan wawasan dan pengetahuan berkaitan dengan “hubungan pertunjukan teater dengan perilaku penonton” penelitian inipun berkaitan dengan teori Komunikasi kelompok, Pesan dan Efek Media cognitif, afektif, behavioral sehingga implikasi dari teori ini dapat terlihat di pembahasan Jurnal Sosial Humaniora p-ISSN 2087-4928 e-ISSN 2550-0236 Volume 9 Nomor 2, Oktober 2018 Implikasi Praktis Hasil penelitian ini digunakan sebagai masukan bagi pelaku teater terkait. Perenncanaan yang matang dalam membuat pertunjukan teater akan berdampak pada tujuan dan hasil yang sempurna. Pertunjukan teater menjadi penyampaian pesan dikatakan berhasil, jika pesan yang dimaksud dapat dimengerti oleh penerima, komunikan atau penonton. Akhirnya penulis berharap semoga Jurnal ini bermanfaat bagi pembaca umumnya dan penulis khususnya. DAFTAR PUSTAKA Ardianto, Drs. Elvinaro, Komala, Dra. Lukiati, Karlina, Dra. Siti. M,Si. 2007. Komunikasi Massa suatu Pngantar Edisi Revisi. Bandung Sembiosa Rekatama Media. Hamid, Salad. 2000. Agama Seni. Yogyakarta Yayasan semesta. Nurudin. 2010. Sistem Komunikasi Indonesia. Jakarta PT. Raja Prafindo. Riantiarno, N. 2003. Menyentuh Teater tanta jawab seputar teater kita. Jakarta PT HM Sampoerna Tbk. Riantiarno, N. 2011. Kitab Teater tanya jawab seputar seni Pertunjukan. Jakarta PT Gramedia Widia Sarana Indonesia. Soekanto, Soerjono. 2003. Sosiologi Suatu pengantar. Raja Grafindo, jakarta. Soekanto, Soerjono. 2003. Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kunatitatif Kualitatif dan R&D. Bandung Alfabeta. Sugiyono. 2010, Statistika Untuk Penelitian, Cet ke-16 Bandung, Alfabeta. Waluyo, Herman, J. 2002. Drama Teori dan pengajarannya, Yogyakarta PT Hanindita Widjaja. 2000. Ilmu komunikasi Pengantar studi. Jakarta Rineta Cipta. Wijaya, Putu. 2007. Teater. Jakarta Lembaga Pendidikan Seni Nusantara. Wiyanto, Asul. 2002. Terampil Bermain Drama. Jakarta Grasindo Jakarta. ... Dengan menggunakan suatu pendekatan kuantitatif, Niswan, Bilada, dan Sukarelawati mencoba mengukur tingkat pengaruh antara pesan yang disampaikan oleh pertunjukan teater dengan perilaku penonton. Mereka menyimpulkan bahwa model komunikasi dalam teater adalah aktor sebagai sumber pesan; naskah sebagai isi pesan; dan tata artistik sebagai format pesan; dengan hasil efek kognitif, efek afektif dan efek behavioral, sebesar 0,039 dari keseluruhan sampel Niswan et al., 2018. ...The Minangkabau Opera Malin Nan Kondang combines drama, dance, music, and visual arts performances, departing from the kaba Malin Kundang, a folklore from West Sumatra about a boy named Malin who is disobedient to his mother and is cursed to turn to stone. Contrary to the kaba version, Opera Minangkabau Malin Nan Kondang tells about Malin's loyalty and sacrifice to his mother and lover, Nilam. This research treats the reception of novice audiences as a formal object intended to see responses to the structure or texture of the performance, which is witnessed through documentation. Data was collected through questionnaires, direct observation, and interview techniques. Research data analysis is directed to see three things from the novice audience, namely 1 the horizon of expectations; 2 body reaction; and 3 the segmentation effect. Based on these three things, a general conclusion is formulated, namely the reception of the novice audience. Research shows that structural aspects plot, characters, and themes attract more beginner audiences than the performance's texture atmosphere, dialogue, and spectacle, be it music, dance, costumes, make-up, or lighting. The tendency to respond more to the structure than the texture of this performance through documentation shows that for novice audiences, the story aspect is more interesting than the spectacle aspect. But at the same time, it has also been proven that this performance style, called 'Minangkabau Opera,' tends to be effective in conveying stories to novice audiencesReception Of The Documentation Of Malin Nan Kondang Minangkabau Opera A Studies Of Beginning Theater AudienceAbstrakOpera Minangkabau Malin Nan Kondang merupakan perpaduan antara pertunjukan drama, tari, musik serta seni visual, yang berangkat dari kaba Malin Kundang, sebuah cerita rakyat dari Sumatera Barat tentang seorang anak bernama Malin yang durhaka kepada ibunya, hingga dikutuk menjadi batu. Berkebalikan dengan versi kaba itu, Opera Minangkabau Malin Nan Kondang mengisahkan tentang kesetian dan pengorbanan Malin, baik kepada Ibunya, maupun kepada kekasihnya, Nilam. Penelitian ini menjadikan resepsi penonton pemula sebagai objek formal, yang ditujukan untuk melihat tanggapan atas struktur atau tekstur pertunjukan, yang disaksikan melalui dokumentasi. Data dikumpulkan melalui teknik kuisioner, pengamatan langsung, yang diteruskan dengan teknik wawancara. Analisis data penelitian diarahkan untuk melihat tiga hal dari penonton pemula, yakni 1 horizon harapan; 2 reaksi tubuh; dan 3 pengaruh segmentasi. Berdasarkan ketiga hal tersebut, diformulasikan suatu kesimpulan umum, yakni resepsi penonton pemula. Penelitian menunjukkan bahwa aspek struktur alur, karakter dan tema lebih menarik perhatian penonton pemula ketimbang tektur pertunjukan suasana, dialog dan spektakel, baik itu musik, tarian, kostum, rias, maupun pencahayaan. Kecenderungan untuk lebih menanggapi stuktur ketimbangan tekstur pertunjukan ini melalui dokumentasi menunjukkan bahwa bagi penonton pemula aspek cerita lebih menarik perhatian ketimbang aspek tontonan. Namun pada saat yang sama, terbukti pula bahwa pihan gaya pertunjukan yang dinamakan Opera Minangkabau’ ini cenderung efektif untuk menyampaikan cerita kepada penonton pemulaMenyentuh Teater tanta jawab seputar teater kitaN RiantiarnoRiantiarno, N. 2003. Menyentuh Teater tanta jawab seputar teater kita. Jakarta PT HM Sampoerna Teater tanya jawab seputar seni Pertunjukan. Jakarta PT Gramedia Widia Sarana IndonesiaN RiantiarnoRiantiarno, N. 2011. Kitab Teater tanya jawab seputar seni Pertunjukan. Jakarta PT Gramedia Widia Sarana Suatu pengantar. Raja Grafindo, jakarta. Soekanto, Soerjono. 2003. Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kunatitatif Kualitatif dan R&DSoerjono SoekantoSoekanto, Soerjono. 2003. Sosiologi Suatu pengantar. Raja Grafindo, jakarta. Soekanto, Soerjono. 2003. Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kunatitatif Kualitatif dan R&D. Bandung Teori dan pengajarannyaHerman WaluyoWaluyo, Herman, J. 2002. Drama Teori dan pengajarannya, Yogyakarta PT Hanindita Widjaja. 2000. Ilmu komunikasi Pengantar studi. Jakarta Rineta WiyantoWiyanto, Asul. 2002. Terampil Bermain Drama. Jakarta Grasindo Jakarta.
KEBERHASILANDAN KEGAGALAN SUATU ORGANISASI. Kamis, 10 Nov 2016. Berdasarkan perencanaan kinerja yang telah disepakati bersama diantara manajer dan pekerja, dilakukan implementasi kinerja. Pelaksanaan kinerja berlangsung dalam suatu lingkungan internal dan eksternal yang dapat memengaruhi keberhasilan maupun kegagalan kinerja.
Edit Mempersiapkan penyajian pementasan sangat penting karena ukuran keberhasilan dapat dinilai dengan persiapan yang baik dan matang. Demikian pula dengan pementasan teater. Adapun hal-hal yang harus dipersiapkan dalam pementasan teater adalah sebagai berikut. 1. Naskah atau Lakon. Naskah atau lakon harus dibuat terlebih dahulu karena 2 Aspek pementasan. Aspek pementasan drama adalah pertunjukan di atas panggung berupa pementasan cerita tertentu oleh para pelaku. Pementasan ini didukung oleh dekorasi panggung, tata lampu, tata musik, kostum yang digunakan para aktor, dan masih banyak lagi aspek pementasan yang lain. Aspek ini juga penting banget buat kesuksesan sebuah drama. fgIMN.