Yangpintar membaca puisi diberikan waktu untuk membaca puisi dan lainnya. ''Semua itu untuk rekreasi mereka," ungkapnya. PRIVAT SIKLUS SD,SMP,SMA Alumni,Siap UAN, UAS Smua Pljrn MnrmKompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Waktu terus berputarHidup terus berjalanMasa-masa bergantiKian dewasa diriku iniTak kusangkaSMA telah terlewatiMasa dimana aku merasa bahagiaHal-hal yang selalu buatku tertawaBukan karena kisah kasih disekolahNamun kisah bersama kawanSelalu ada canda diantara kitaAda kala sedih, namun selalu terobati olehnyaTerimakasih telah berjuang dan mengisi hariku kala ituJangan lupa akan segala hal tentang kitaTeruslah berjuang meski kita tak bersamaKenangan kita akan selalu kujaga Lihat Puisi Selengkapnya Sejarahmencatat, meski bangsa Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, 53 hari kemudian NICA (Netherlands Indies Civil Administration) nyaris mencaplok kedaulatan RI. Pada 25 Oktober 1945, 6.000 tentara Inggris tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Apakah Anda mencari gambar tentang Puisi Kisah Klasik Masa Sma? Terdapat 49 Koleksi Gambar berkaitan dengan Puisi Kisah Klasik Masa Sma, File yang di unggah terdiri dari berbagai macam ukuran dan cocok digunakan untuk Desktop PC, Tablet, Ipad, Iphone, Android dan Lainnya. Silahkan lihat koleksi gambar lainnya dibawah ini untuk menemukan gambar yang sesuai dengan kebutuhan anda. Lisensi GambarGambar bebas untuk digunakan digunakan secara komersil dan diperlukan atribusi dan retribusi. Puisikenangan masa sma. Masa SMA putih abu-abu Puisi 6 Putih Abu Abu karya Hesti Rahayu Syahfitri. Kenangan itu cuma hantu di sudut pikiran. Lagu Pop Indonesia Terbaik Tahun 2000-an Kenangan Masa SMA Full Akustik. Sekitar duabelas judul puisi tentang perpisahan sekolah yang berkisah tentang suka-duka dan kenangan di masa-masa sekolah yang bisa
Puisi merupakan karya sastra tertua di dunia. Puisi dianggap sebagai sebuah karya sastra yang indah. Karenanya, puisi biasa digunakan sebagai media berekspresi. Selain itu, puisi juga dapat digunakan untuk menyelamatkan bahasa dan budaya yang berlaku saat itu. Pada abad I M terdapat penyair yang menghasilkan puisi di Eropa, antara lain di Romawi. Tema-tema tertentu dipilih untuk dituangkan dalam salah satu genre karya itu. Menariknya, puisi yang dibuat dapat dilagukan. Itu menjadi ciri khas puisi klasik di Eropa. Dalam acara bertema Membincang Asyik Sastra Klasik di Bait Kata Library, Puri Surya Jaya Sidoarjo, semua itu diperbincangkan para penikmat sastra bersama Mario F Lawi, Sabtu 15/3/2020. Turut hadir Ali Aspandi Ketua Dewan Kesenian Sidoarjo, F Aziz Manna penyair, Mashuri penyair dan penerjemah sastra Jawa, R Amalia prosais, Hasan Irsyad cerpenis, serta sejumlah penikmat sastra dalam acara yang diselenggarakan Bait Kata Library dan didukung Dewan Kesenian Sidoarjo. Mario F Lawi adalah salah satu penyair muda yang berasal dari Kupang, NTT. Ia kerap menerjemahkan karya sastra klasik berbahasa Inggris, Italia, dan Latin. Salah satu contoh karya yang diterjemahkannya adalah puisi seorang penyair Italia yang lahir pada tahun 84 SM. Penulis berusia 29 tahun itu bercerita bagaimana ia menerjemahkan karya sastra klasik berbahasa Latin. Sejak kecil ia memang sudah menyukai karya sastra berupa puisi. Meski awalnya ia justru mengenal karya sastra dalam bentuk dongeng tradisional terlebih dulu yang saat itu sering ayahnya ceritakan. Kemudian saat SD, ia membacakan puisi Chairil Anwar berjudul Aku’ untuk ujian sekolah. Semua itu berlanjut hingga akhirnya melanjutkan studi di sekolah seminari. Di sana para pelajarnya akan belajar bahasa Latin. Saat itulah Mario berpikir untuk menerjemahkan karya sastra klasik berbahasa Latin. Ia pun memilih beberapa nama penyair seperti Catullus untuk diterjemahkan puisinya. “Kalau puisi terjemahan dari bahasa Inggris sudah banyak,” tambahnya. Mario yang melanjutkan studi di Universitas Sanata Dharma menuturkan, bahasa Latin memiliki banyak peminat dan dipelajari di seluruh dunia meski oleh sebagian orang dianggap telah mati. Dari karya sastralah seperti puisi Catullus, orang-orang dapat mengenal bahasa Latin dan bagaimana peradaban Romawi Kuno yang saat ini telah jarang diketahui dunia luar. Dari puisi Catullus misalnya, orang-orang dapat mengetahui nama koin Romawi, nama-nama kota yang ada di Romawi, kebiasaan dan cara bergaul orang-orang Romawi Kuno, serta nama-nama dewa yang dikenal pada zaman itu. Mashuri menyampaikan, karya sastra yang ditulis penyair saat itu mencerminkan situasi dan budaya yang terjadi saat itu. Itu tidak mengherankan karena seperti puisi penyair Romawi, puisi Jawa juga memiliki aturan seperti metrum dengan jumlah tertentu. Rizka AmaliaPegiat sastra SidoarjoAnggota Dewan Kesenian Sidoarjoamaliaonwrites