p> Magetan adalah sebuah kota terkenal di Jawa Timur yang merupakan perintis industri sepatu dan pada saat ini tengah mengalami kesulitan dalam upaya mengajarkan generasi muda di kota tersebut untuk mencintai dan melanjutkan industri sepatu yang menjadi ikon kota ini. Kebanyakan dari anak-anak muda ini setelah mereka lulus sekolah akan cenderung memilih bekerja di luar kota daripada memilih memiliki usaha sendiri dalam bidang kerajinan kulit. Faktor penyebabnya adalah pola pikir, tradisi, ekonomi, motivasi dan minat. Di samping itu, ada peluang pekerjaan lain yang lebih baik, lebih menjanjikan dan lebih prestise. Riset ini adalah sebuah usaha untuk mendisain ulang proses pembuatan sepatu yang efektif dan efisien pada industri sepatu di Magetan sehingga diperoleh standarisasi pekerjaan. Metode yang dipakai dalam riset ini adalah dengan meneliti sampel instrumen pekerjaan pembuatan sepatu pada beberapa industri sepatu di Kota Magetan, menotasikan rangkaian elemen pekerjaan tersebut dengan dengan indeks MOST Maynard Operation Sequence Technique dan mengujinya lewat simulasi. Dengan adanya standarisasi proses pembuatan sepatu, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan, alat yang digunakan, stasiun kerja dan output optimal yang dihasilkan, maka akan memudahkan bagi siapapun, termasuk anak-anak muda di kota Magetan untuk belajar dan meminati industri sepatu sebagai pilihan pekerjaan mereka.
observasidan wawancara. Jumlah informan dalam penelitian ini yaitu 7 orang yang terdiri dari 1 orang pemilik home industry dan 6 pekerja disetiap bagian pembuatan sepatu. Hasil: hasil penelitian diketahui bahwa terdapat 6 proses dalam pembuatan sepatu yaitu pembuatan pola, pemotongan pola, pelapisan kain, pemasangan outshole, pemberian
Jakarta - Ombudsman Republik Indonesia ORI menekankan badai pemutusan hubungan kerja PHK benar-benar sedang terjadi Indonesia. Pihaknya telah menerima berbagai pengaduan atau laporan dari berbagai Ombudsman RI Robert Na Endi Jaweng mengatakan PHK masif terjadi di sektor berorientasi ekspor seperti industri garmen, tekstil dan produk tekstil TPT, serta alas kaki dan sepatu."Kita mendapatkan fakta bahwa sudah sejak awal tahun ini proses dan kejadian terkait PHK itu terjadi. Kami kebetulan dalam beberapa waktu terakhir berkomunikasi dengan berbagai pihak," kata Robert dalam konferensi pers virtual, Kamis 1/12/2022. Berikut 3 faktanya1. Pekerja Pabrik Sepatu Sudah Kena PHKBerdasarkan informasi dari Asosiasi Persepatuan Indonesia Aprisindo, Ombudsman menyebut sudah pekerja di sektor itu yang kena PHK. Sejak pandemi COVID-19 sampai saat ini, ratusan ribu pekerja juga terdampak pengurangan jam kerja."Informasinya ada sekitar pekerja yang bekerja di industri sepatu yang berorientasi ekspor yang hari ini sudah di-PHK. Kemudian ada ratusan ribu lagi para pekerja domestik yang memang belum dibilang PHK tapi mereka sudah mulai dirumahkan, tidak diperpanjang masa kerja atau kontraknya, atau terkena pengurangan jam kerja," bebernya."Yang tadinya mungkin rata-rata 40 jam per minggu, kemudian berkurang sekitar 25% atau 30 jam kerja saja yang akhirnya itu tentu akan berimplikasi pada upah yang mereka terima," Ada Pekerja Kena PHK Sepanjang 2022Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, sepanjang Januari-Oktober 2022 year to date sudah pekerja yang terkena PHK. Simak Video "Waduh! Kantor Akuntan Publik di AS PHK Ribuan Karyawannya" [GambasVideo 20detik]