macammacam galaksi selain bima sakti dan andromeda Apa Itu GalaksI Istilah galaksi dipake buat menyebut sekelompok bintang yg membentuk satu susunan tertentu yg terkonsentrasi ke satu pusat. Pada umumnya galaksi ini terbentuk dari 10 juta tahun sampai 10 trilyun bintang. makanya jarak sebuah galaksi dari ujung yg satu keujung yg lain bisa berkisar
Teropong merupakan salah satu alat optik yang digunakan untuk melihat atau mengamati benda-benda yang letaknya jauh. Teropong membantu penglihatan manusia yang terbatas dalam mengamati benda-benda yang letaknya jauh. Teropong sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu teropong bias dan teropong pantul. Teropong bias masih dibagi lagi menjadi teropong bumi, teropong bintang, teropong sandiwara, dan teropong prisma. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai fungsi teropong bumi beserta penjelasannya. Berikut ini adalah pembahasan mengenai fungsi teropong bumi beserta penjelasannyaPengertian Teropong BumiTeropong Bumi adalah salah satu jenis teropong yang digunakan untuk melihat atau mengamati benda-benda di darat atau di laut, dengan kata lain teropong bumi adalah teropong untuk mengamati benda-benda yang ada di permukaan bumi, termasuk keragaman bentuk muka bumi. Teropong bumi sering yang disebut juga teropong yojana atau teropong bumi ini dilengkapi sebuah lensa cembung yang berfungsi sebagai lensa pembalik. Lensa pembalik ini dipasang diantara lensa objektif dan lensa okuler. Adanya lensa pembalik pada teropong bumi berfungsi membuat bayangan menjadi tegak. Bayangan yang tegak ini membantu mempermudah dalam proses pengamatan. Selain itu, bayangan yang dihasilkan oleh teropong bumi terlihat jelas, dekat dan tidak terbalik. Lensa pembalik merupakan hal yang membedakan sistem optik antara teropong bumi dengan teropong bintang. Secara detail, teropong bumi terdiri dari 3 buah lensa, yaitulensa objektif yang terdiri dari lensa cembung yang berfungsi sebagai lensa pembalik pada teropong okuler yang terdiri dari lensa positif, lensa okuler berfungsi sebagai lup atau bayangan yang dihasilkan oleh teropong bumi juga bergantung dari lensa yang terdapat dalam teropong ini, berikut ini adalah penjelasannyaLensa objektif memiliki sifat bayangan yang nyata, terbalik, dan cembung/pembalik memiliki sifat bayangan nyata, terbalik dan sama okuler memiliki sifat bayangan maya, tegak dan panjang teropong bumi merupakan panjang fokus dari lensa obyektif yang ditambah 2 kali jarak fokus dari lensa cembung/pembalik dan panjang fokus dari lensa okuler. Rumus untuk menghitung panjang teropong bumi adalah d=fob+4fp+fok, berikut ini adalah skema panjang teropong bumiJenis-jenis Teropong BumiTeropong bumi memiliki beberapa jenis, yaitu teropong Galileo, teropong spyglass dan teropong prisma. Berikut ini adalah penjelasan mengenai jenis-jenis teropong bumiTeropong Galileo yang juga disebut dengan teropong panggung. Dinamakan teropong Galileo karena ditemukan oleh ilmuwan bernama Galileo Galilei. Teropong ini mempunyai ukuran pendek dan terdiri dari dua lensa, yaitu lensa cembung yang berfungsi sebagai lensa objektif dan lensa cekung yang berfungsi ganda sebagai lensa okuler dan lensa pembalik. Lensa cekung dalam teropong Galileo berfungsi untuk menghasilkan bayangan yang tegak. Selain itu, teropong ini pernah digunakan untuk mengamati susunan tata surya oleh Galileo Galilei. Galileo mampu mengamati benda-benda di luar angkasa hingga berhasil menemukan benda-benda langit yang belum pernah ditemukan spyglass yang mempunyai susunan tiga lensa cembung. Lensa cembung yang pertama berfungsi sebagai lensa objektif, lensa cembung yang kedua berfungsi sebagai lensa okuler dan lensa cembung yang ketiga berfungsi sebagai lensa medan. Lensa medan dalam teropong spyglass ini berfungsi menghasilkan bayangan akhir yang mempunyai sifat adalah teropong prisma. Teropong ini tersusun dari dua lensa cembung dan dua prisma. Lensa cembung yang pertama berfungsi sebagai lensa objektif. Lensa cembung yang kedua berfungsi sebagai lensa okule, sementara kedua prisma dalam teropong prisma berfungsi untuk menghasilkan bayangan tegak. Kedua prisma ini disusun di antara dua lensa cembung, sehingga prisma tersebut dapat memantulkan cahaya yang berasal dari lensa obyektif ke lensa okuler. Proses pemantulan cahaya ini berfungsi membuat bayangan menjadi tegak. Terjadi pemantulan internal sempurna di dalam prisma, sehingga selama proses pemantulan tidak ada cahaya yang Teropong Bumi dan Perbedaannya dengan Teropong BintangSecara umum, fungsi teropong bumi tidak jauh berbeda dengan teropong bintang. Perbedaannya adalah teropong bumi berfungsi untuk mengamati benda atau objek yang berada di permukaan bumi, baik di laut maupun di darat tetapi tidak sampai ke luar planet bumi. Sementara teropong bintang atau teropong astronomi berfungsi untuk mengamati benda atau objek yang berada di luar angkasa, termasuk planet-planet di tata surya dan bintang-bintang di sistem tata surya. Teropong bintang terbesar di Indonesia dapat dijumpai di Planetarium Jakarta atau Obsevatorium Boscha di Lembang, Jawa Barat. Perbedaan lain antara teropong bumi dan teropong bintang terletak pada bayangan yang dihasilkan. Pada teropong bumi bayangan yang dihasilkan terlihat jelas, dekat dan tidak terbalik, sedangkan pada teropong bintang bayangan yang dihasilkan akan terbalik. Teropong bintang teleskop astronomi digunakan untuk mengamati benda-benda di luar angkasa yang berbentuk bundar, sehingga bayangan yang terbalik tidak menjadi permasalahan. Sebaliknya bayangan yang dihasilkan pada teropong bumi tidak boleh terbalik, karena bentuk-bentuk permukaan bumi akan sulit diamati jika bayangan yang dihasilkan terbalik. Oleh karena itu, proses pembuatan teropong bumi tentu lebih kompleks dibandingkan dengan pembuatan teropong bintang, karena teropong bumi menghasilkan bayangan yang tegak dan tidak terbalik dan sebaliknya teropong bintang menghasilkan bayangan yang ini adalah contoh penggunaan teropong bumi dalam kehidupan sehari-hariTeropong bumi digunakan untuk mengamati aktivitas gunung berapi di IndonesiaPelaut memanfaatkan teropong bumi untuk mengamati atau melihat benda atau objek lain, seperti kapal lain yang ada di laut maupun melihat bumi digunakan oleh tentara untuk mengintai musuh dari bumi digunakan oleh pengamat burung atau bird watching untuk mengamati burung-burung yang terbang di pembahasan mengenai fungsi teropong bumi beserta penjelasannya. Semoga artikel ini bermanfaat.
Tidakperlu menghabiskan banyak peralatan mahal, terutama saat Anda baru pertama kali melihat bintang. Ada begitu banyak yang bisa Anda lihat dengan mata telanjang – planet, bintang, satelit, hujan meteor, dan Bulan. Jika Anda ingin melihat bintang lebih jauh, mulailah dengan teropong. Yang penting dengan teropong adalah perbesaran
- Mengamati langit malam adalah hal yang menyenangkan bagi sebagian orang. Namun jika dilakukan dengan mata saja, hasilnya akan kurang astronom mengamati langit menggunakan alat khusus yang akrab disebut teropong bintang atau teleskop. Baca juga Mengenal Apa Itu Nebula, Tempat Lahirnya Bintang di Luar Angkasa Apa itu teropong bintang atau teleskop? Dilansir dari 23 Januari 2020, teropong bintang atau teleskop mempunyai dua lensa cembung, yaitu lensa objektif dan okuler. Pada teropong bintang, benda yang diamati dari jauh tak terhingga bayangan lensa objektif tepat pada titik fokusnya. Untuk mata tak berakomodasi, bayangan objektif juga harus tepat pada titik fokus. Baca juga Galaksi Alcyoneus, Galaksi Terbesar yang Ditemukan, Membuat Ilmuwan Bingung Bagaimana cara kerja Teleskop? Dilansir dari Sky and Telescope, 25 Januari 2021, terdapat empat aspek penting teleskop, yaitu aperture bukaan, magnification pembesaran, focal length panjang fokus, dan lensa mata. Aspek terpenting dari teleskop apa pun adalah aperture bukaan. Itu adalah diameter komponen optik utamanya, yang dapat berupa lensa atau cermin. Apertur ruang lingkup menentukan kemampuan pengumpulan cahayanya seberapa terang gambar muncul dan daya resolusinya seberapa tajam gambar muncul. Bukaan yang umumnya direkomendasikan untuk teleskop pemula berkisar antara 2,8 inci 70 mm hingga 10 inci. Secara umum, semakin besar bukaan teleskop, semakin mengesankan objek apa pun yang akan terlihat. Objek kecil, seperti planet tampak jauh lebih tajam dan lebih detail melalui cakupan 10 inci. Aperture besar mengumpulkan hampir 13 kali lebih banyak cahaya daripada yang hanya 2,8 inci. Baca juga Apa Itu Bintang, Bagaimana Sebuah Bintang Lahir dan Mati? Aspek selanjutnya adalah pembesaran. Teleskop apapun dapat memberikan rentang perbesaran yang hampir tak terbatas, tergantung pada lensa okuler yang Anda gunakan. Selain pembesaran, ada dua faktor utama yang membatasi seberapa besar daya yang dapat Anda gunakan secara produktif dengan instrumen tertentu, yaitu aperture dan kondisi atmosfer. Focal length panjang fokus merupakan jarak dari lensa utama atau cermin ke bayangan yang dibentuknya. Focal length juga berarti jumlah besar yang akan sering Anda lihat tercetak atau terukir pada depan atau belakang ruang lingkup, biasanya antara sekitar 400 dan milimeter. Focal length teleskop dibagi dengan bukaannya disebut rasio fokus, yang secara konvensional ditulis sebagai "f/" diikuti dengan angka. Misalnya, teleskop f/8 6 inci memiliki bukaan 6 inci dan rasio fokus f/8. Itu berarti panjang fokusnya adalah 6×8=48 inci, atau kira-kira mm. Rasio fokus untuk sebagian besar teleskop pasar massal berkisar dari sekitar f/4 hingga f/15. Baca juga Apa Perbedaan antara Asteroid, Komet, Meteoroid, Meteor, dan Meteorit? Jenis-jenis teleskop Berdasarkan bentuk dan ukurannya, teleskop dapat dibagi menjadi tiga kelas, yakni refraktor, reflektor, dan catadioptrics. 1. Refraktor Refraktor adalah jenis teleskop yang umum ada di masyarakat, yaitu tabung panjang berkilau dengan lensa besar di depan dan lensa mata di belakang. Kebanyakan teleskop dengan lubang 80 mm atau kurang adalah refraktor. Itu karena lensa kecil mudah dan murah untuk dibuat, dan karena dalam lubang kecil itulah keunggulan kinerja refraktor paling penting. Refraktor umumnya menghasilkan gambar yang lebih tajam dan terang per inci bukaan daripada desain karena lensa sedikit lebih efisien daripada cermin dan karena hampir semua desain lain memiliki cermin sekunder di depan yang menghalangi sebagian cahaya yang masuk. Secara umum, refraktor 4 inci berkualitas tinggi menunjukkan objek langit dalam serta reflektor 5 inci atau katadioptrik, dan bahkan mungkin sedikit lebih baik di planet. Refraktor memiliki kelemahan dapat membuat warna bintang terang terlihat seperti buram. Warna palsu dapat menjadi masalah serius bagi orang yang ingin melihat bulan dan planet dengan daya tinggi, tetapi dapat diminimalkan dengan menggunakan rasio fokus panjang atau kacamata khusus. Selain itu refraktor tidak dapat ditingkatkan dengan baik karena beberapa alasan, seperti biaya untuk membangun lensa yang bagus meningkat sangat tajam seiring dengan meningkatnya aperture. Itu sebabnya sangat sedikit amatir yang memiliki refraktor dengan lubang lebih besar dari 6 inci. Sebaliknya, reflektor 6 inci dianggap agak kecil untuk pemula, dan banyak pengamat tingkat lanjut memiliki reflektor dengan cermin berdiameter 12 hingga 30 inci. Baca juga Apakah Ada Bukti Keberadaan Alien atau Kehidupan di Planet Lain? 2. Reflektor Jenis teleskop kedua, yakni reflektor. Teleskop ini menggunakan cermin untuk mengumpulkan dan memfokuskan cahaya. Bentuknya yang paling umum adalah reflektor Newtonian ditemukan oleh Isaac Newton, dengan cermin utama cekung berbentuk piring khusus melengkung di ujung bawah teleskop. Di dekat bagian atas, cermin sekunder diagonal kecil datar mengarahkan cahaya dari primer ke sisi tabung, di mana itu bertemu dengan lensa mata yang ditempatkan dengan nyaman. Jika dibuat dan dirawat dengan baik, reflektor dapat memberikan gambar yang tajam dan kontras dari segala macam benda langit dengan biaya yang lebih murah dari refraktor dengan bukaan yang sama. Newtonian memiliki dua keuntungan penting tambahan. Mereka bekerja dengan baik pada rasio fokus dari f/4 hingga f/8, memungkinkannya menghadirkan bidang pandang yang luas relatif terhadap aperture-nya. Lensa mata berada di bagian atas tabung, artinya titik pivot berada jauh di bawah kepala Anda. Itu memungkinkan mereka untuk digunakan dengan tripod rendah atau, dalam kasus desain Dobsonian yang populer, tanpa tripod sama sekali. Secara umum, Newtonian pada dudukan Dobsonian memberikan gambar paling terang dan sedetail mungkin. Baca juga Temuan Terbaru NASA Planet dengan Suhu Mirip Bumi 3. Catadioptrics Jenis teleskop ketiga adalah teleskop catadioptrics atau gabungan. Teleskop ini ditemukan pada 1930-an dari keinginan untuk menggabungkan karakteristik terbaik dari refraktor dan reflektor artinya menggunakan lensa dan cermin untuk membentuk gambar. Daya tarik terbesar dari instrumen ini adalah, dalam bentuknya yang umum ditemui. Panjang tabung hanya dua sampai tiga kali lebarnya. Tabung yang lebih kecil dapat menggunakan pemasangan yang lebih ringan dan dengan demikian lebih mudah diatur. Hasilnya adalah Anda bisa mendapatkan teleskop dengan bukaan besar dan fokus panjang yang sangat mudah dibawa-bawa. Tapi ada kelemahannya juga. Kebanyakan teleskop Schmidt-Cassegrains memiliki rasio fokus f/10, dan Maksutov-Cassegrains biasanya memiliki rasio fokus yang lebih panjang. Itu artinya bahwa keduanya tidak dapat menghasilkan bidang pandang yang benar-benar lebar dan berdaya rendah. Beberapa model memungkinkan penambahan peredam fokus untuk mengurangi rasio fokus efektif ke f/6 atau sekitar itu, yang sangat membantu. Catadioptrics juga membutuhkan waktu lebih lama daripada desain lainnya untuk mendinginkan suhu udara malam, yang diperlukan untuk menghasilkan gambar berdaya tinggi yang murni. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Siriusmerupakan bintang paling cerah di langit malam, bahkan satu-satunya bintang tercerah. Melansir dari solarsystemquick.com, Sirius berjarak 8.6 tahun cahaya dari Bumi dan bermassa 2x massa Matahari. Dengan temperatur permukaan mencapai 10.000 derajat celcius, membuatnya memiliki magnitudo tampak -1.45 di langit, menurut database Kalian tentu pernah melihat bintang. Pada malam hari, terutama ketika sinar bulan tidak terlalu terang, bintang-bintang di langit akan terlihat sangat banyak. Akan tetapi bintang-bintang tersebut terlihat sangat kecil, meskipun aslinya sangat besar, bahkan mungkin lebih besar dari bulan yang kalian lihat. Lalu, apa yang digunakan untuk mengamati benda-benda tersebut agar tampak jelas dan dekat? Teropong atau teleskop merupakan alat optik yang digunakan untuk melihat objek-objek yang sangat jauh agar tampak lebih dekat dan jelas. Benda-benda langit, seperti bulan, planet, dan bintang dapat diamati dengan bantuan teropong. Dengan adanya teropong, banyak hal-hal yang berkaitan dengan luar angkasa telah ditemukan. Bagaimana proses terlihatnya bintang menggunakan teropong? Dan tahukah kalian jenis-jenis teropong yang digunakan untuk melihat benda jauh? Secara umum ada dua jenis teropong, yaitu teropong bias dan teropong pantul. Perbedaan antara keduanya terletak pada objektifnya. Pada teropong bias, objektifnya menggunakan lensa, yakni lensa objektif, sedangkan pada teropong pantul objektifnya menggunakan cermin. Teropong bias umumnya yang dikenal ada tiga macam, yaitu teropong bintang, teropong bumi, dan teropong panggung. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas rumus perbesaran dan rumus panjang teropong bintang, teropong bumi, teropong panggung dan teropong pantul serta gambar proses pembentukan bayangannya. Untuk itu, silahkan kalian simak baik-baik penjelasan berikut ini. Selamat membaca dan belajar semoga bisa paham. 1. Teropong Bintang Teropong bintang menggunakan dua lensa cembung, masing-masing sebagai lensa objektif dan lensa okuler dengan jarak fokus objektif lebih besar daripada jarak fokus okuler fob > fok. Diagram sinar pembentukan bayangan pada teropong bintang untuk mata tak terakomodasi sebagai berikut Perbesaran sudut dan panjang teropong bintang memenuhi persamaan-persamaan sebagai berikut Untuk mata tak terakomodasi M = fob dan d = fob + fok fok Untuk mata berakomodasi maksimum s’ok = −sn M = fob dan d = fob + sok sok Keterangan M = perbesaran anguler fob = jarak fokus lensa objektif fok = jarak fokus lensa okuler sok = jarak benda terhadap lensa okuler d = panjang teropong Contoh Soal 1 Sebuah teropong bintang memiliki lensa objektif dengan jarak fokus 150 cm dan lensa okuler dengan jarak fokus 30 cm. Teropong bintang tersebut dipakai untuk melihat benda-benda langit dengan mata tak berakomodasi. Tentukanlah a perbesaran teropong dan b panjang teropong Jawab Diketahui jarak fokus objektif fob = 150 cm dan jarak fokus okuler fok = 30 cm. a Perbesaran teropong untuk mata tak berakomodasi M = fob = 150 = 5 kali fok 30 b Panjang teropong untuk mata tak berakomodasi d = fob + fok = 150 + 30 = 180 cm 2. Teropong Bumi Teropong bumi menggunakan tiga jenis lensa cembung. Lensa yang berada di antara lensa objektif dan lensa okuler berfungsi sebagai lensa pembalik, yakni untuk pembalik bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif. Diagram sinar pembentukan bayangan pada teropong bumi untuk mata tak berakomodasi sebagai berikut Perbesaran dan panjang teropong bumi untuk mata tak berakomodasi berturut-turut memenuhi persamaan M = fob dan d = fob + fok + 4fp fok Keterangan M = perbesaran anguler fob = jarak fokus lensa objektif fok = jarak fokus lensa okuler fp = jarak fokus lensa pembalik d = panjang teropong Contoh Soal 2 Teropong bumi dengan jarak fokus lensa objektif 40 cm, jarak fokus lensa pembalik 5 cm, dan jarak fokus lensa okulernya 10 cm. Supaya mata melihat bayangan tanpa akomodasi, berapakah jarak antara lensa objektif dan lensa okuler teropong tersebut? Jawab Diketahui fob = 40 cm, fp = 5 cm dan fok = 10 cm Maka panjang teropong bumi untuk mata tidak berakomodasi adalah sebagai berikut. d = fob + fok + 4fp = 40 cm + 10 cm + 45 cm = 70 cm 3. Teropong Panggung Teropong panggung atau teropong Galileo menggunakan sebuah lensa cembung sebagai objektif dan sebuah lensa cekung sebagai okuler. Diagram sinar pembentukan bayangan pada teropong panggung sebagai berikut Perbesaran dan panjang teropong panggung untuk mata tak berakomodasi berturut-turut memenuhi persamaan M = fob dan d = fob + fok fok Keterangan M = perbesaran anguler fob = jarak fokus lensa objektif fok = jarak fokus lensa okuler d = panjang teropong Oleh karena lensa okulernya adalah lensa cekung maka fok bertanda negatif. Contoh Soal 3 Sebuah teropong panggung dipakai untuk melihat bintang yang menghasilkan perbesaran 6 kali. Jarak lensa objektif dan okulernya 30 cm. Teropong tersebut digunakan dengan mata tak berakomodasi. Tentukanlah jarak fokus lensa okulernya. Jawab Diketahui M = 6 kali d = 30 cm Misalkan fok = −a lensa cekung, maka perbesaran teropong adalah sebagai berikut. fob = 6fok fob = 6−a fob = 6a Perbesaran anguler teropong untuk penggunaan mata tak berakomodasi dinyatakan dengan rumus berikut. d = fob + fok Lalu subtitusikan permisalan fob dan fok ke dalam rumus tersebut, sehingga diperoleh d = 6a + −a 30 = 5a a = 30/5 a = 6 cm → fok = −6 cm Dengan demikian, jarak fokus lensa okulernya adalah 6 cm. 4. Teropong Pantul Teropong pantul merupakan teropong yang dilengkapi dengan cermin. Cermin ini berfungsi memantulkan cahaya yang masuk. Walaupun dipasang cermin, tetapi seperti halnya teropong bias, di teropong pantul juga terdapat lensa. Teropong pantul bekerja dengan memantulkan sinar yang masuk. Teropong pantul menggunakan cermin cekung besar untuk menangkap cahaya sebanyak-banyaknya. Selain itu, teropong pantul juga dilengkapi cermin datar yang terletak di depan titik fokus cermin cekung, dan juga terdapat sebuah lensa yang digunakan untuk mengamati objek. Lensa ini adalah lensa cembung yang berfungsi sebagai okuler. Proses pembentukan bayangan pada teropong pantul adalah sebagai berikut. Penggunaan cermin cekung bertujuan untuk mengganti penggunaan lensa. Keuntungan penggunaan cermin dibanding dengan lensa pada teropong adalah sebagai berikut. ● Cermin tidak mengalami abrasi kromatik penguraian warna seperti pada prisma seperti yang biasa terjadi pada lensa. ● Cermin lebih murah dan lebih muda dibuat, selain itu juga lebih ringan. Berdasarkan beberapa pertimbangan tersebut, penggunaan cermin cekung lebih efisien daripada penggunaan lensa. Teleskop pemantul banyak digunakan pada badan-badan astronomi dan observatorium terkenal di dunia. Bahkan sekarang sudah banyak universitas-universitas yang memiliki teropong ini. ZachariasJanssen ( c. 1580- c. 1638) adalah seorang berkebangsaan Belanda yang berasal dari Middelburg dan memperoleh penghargaan dari penemuannya. Zacharias Janssen juga merupakan salah satu orang yang dipercaya sebagai penemuan teropong bintang. Namun, sampai pada saat ini penemu sebenarnya dari teleskop masih dalam perdebatan.
Jawaban yang benar untuk pertanyaan tersebut adalah kekuatan lensa yang digunakan mikroskop lebih tajam dibandingkan teropong karena untuk melihat benda yang tidak dapat dilihat oleh mata dan teropong berfungsi memperjelas gambar yang jauh. Mikroskop merupakan alat optik untuk melihat benda-benda sangat kecil agar tampak lebih besar dan jelas. Sedangkan, Teropong atau teleskop merupakan alat optik yang digunakan untuk melihat objek­ objek yang sangat jauh agar tampak lebih dekat dan lebih jelas. Teropong bintang berfungsi untuk melihat benda-benda langit dan teropong bumi untuk menagamati benda-benda yang jauh dipermukaan bumi. Dengan demikian, kekuatan lensa yang digunakan mikroskop lebih tajam dibandingkan teropong karena untuk melihat benda yang tidak dapat dilihat oleh mata dan teropong berfungsi memperjelas gambar yang jauh.
Sedangmakrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat besar, misalnya bintang, planet, dan galaksi.[3] Konsep pemikiran manusia tentang pusat universe atau alam semesta sangat radikal. Awalnya para ilmuan astronom menetapkan bahwa manusialah yang sebagai pusat, yang diberi nama teori egosentris.
Perbedaan teropong bintang dan teropong bumi dan periskop [image by ~ Jika teman-teman memiliki hobi mendaki gunung atau berkemah, pasti tidak asing dengan alat yang satu ini yaitu teropong. Teropong atau biasanya juga disebut dengan teleskop adalah alat yang digunakan untuk melihat benda-benda yang jauh agar terlihat lebih dekat. Teropong atau teleskop mempunyai berbagai macam jenis dan juga mempunyai berbagai bentuk, akan tetapi nama dan fungsinya sama. Ada yang disebut dengan Teropong Bintang dan Teropong Bumi, kedua teropong ini mempunyai fungsi yang sama yaitu melihat objek yang jauh agar terlihat tetapi mempunyai perbedaan dimana Teropong Bintang atau biasa juga disebut teropong astronomi merupakan teropong yang digunakan untuk melihat atau mengamati benda-benda atau objek-objek langit, seperti bintang, planet, satelit, dan sebagainya. Teropong bintang dibedakan menjadi dua yaitu teropong bias dan teropong Teropong Bumi yang biasa juga disebut dengan teropong medan digunakan untuk mengamati benda-benda yang jauh di permukaan bumi. Jadi antara teropong bintang dan teropong bumi ini mempunyai perbedaan dimana yang satu untuk melihat benda-benda langit dan yang satu untuk melihat benda-benda yang ada di bumi. Terdapat pula satu teropong yang mempunyai cara pemakaian yang sama akan tetapi fungsinya yang berbeda, yaitu Periskop. Apa itu periskop? Periskop berbeda dengan teropong bintang dan bumi atau teropong lainnya, periskop merupakan teropong pada kapal selam yang digunakan untuk mengamati benda-benda di permukaan periskop ini tidak digunakan untuk mengamati benda yang jauh sehingga terlihat dekat, akan tetapi untuk melihat benda atau objek yang terdapat dipermukaan laut. Bentuk dari periskop ini pun berbentuk seperti huruf Z dengan menggunakan 2 lensa cembung dan 2 lensa prisma siku-siku sama referensi Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu Untuk SMP dan MTs kelas VIII/Setya Nurachmandani, Samson Samsulhadi; editor, Budi Wahyono, Fitri Wahyudi; ilustrator, Haryana Humardani.—Jakarta Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

VladimirK. Zworykin ahli fisika kelahiran Rusia telah mendemonstrasikan televisi elektronik pertama kali pada tahun 1928. Teknologi informasi komunikasi terus berkembang. Tahun 1960 ketika Echo I, berhasil menerima gelombang radio dari bumi dan memancarkannya kembali ke bumi. Sejak itu mulai diluncurkan satelit ke ruang angkasa.

Teropong atau teleskop merupakan alat optik yang dapat digunakan untuk melihat benda-benda yang jauh sehingga tampak lebih dekat dan lebih jelas. Pada tahun 1906, Galileo Galilei membuat sebuah teleskop yang terdiri atas dua lensa dan sebuah pipa organa sebagai tabungnya. Setelah itu, Galileo juga membuat bermacam-macam teleskop dan menemukan banyak penemuan dalam bidang Astronomi. Sekarang, dikenal dua macam teleskop, yaitu teleskop bias dan teleskop pantul. Lalu tahukah kalian apa bedanya kedua jenis teropong tersebut? Berikut ini penjelasannya. Teleskop bias terdiri atas beberapa lensa yang berfungsi membiaskan sinar datang dari benda. Teleskop yang termasuk kategori teleskop bias, diantaranya teleskop bintang, teleskop Bumi, teleskop panggung, dan teleskop prisma. Teleskop pantul terdiri atas beberapa cermin sebagai pemantul dan lensa sebagai pembias sinar datang dari benda. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari proses pembentukan bayangan, rumus perbesaran dan panjang dari teleskop bintang, teleskop Bumi, teleskop panggung, teleskop prisma dan teleskop pantul serta contoh soal dan pembahasannya. Untuk itu, silahkan kalian simak baik-baik penjelasan berikut ini. 1. Teleskop Bintang Teleskop bintang terdiri atas dua lensa, yaitu lensa objektif dan lensa okuler. gambar berikut ini menunjukkan proses pembentukan bayangan akhir dari suatu teleskop bintang untuk pengamatan dengan mata berakomodasi maksimum. Panjang teleskop bintang jika mata berakomodasi maksimum adalah sebagai berikut. L = s'ob + sok …………… Pers. 1 Dan panjang teleskop bintang pada saat mata tidak berakomodasi adalah sebagai berikut. L = fob + fok …………… Pers. 2 Keterangan L = panjang teleskop sok = jarak benda bagi lensa okuler sob = jarak bayangan bagi lensa objektif fob = jarak fokus lensa objektif fok = jarak fokus lensa okuler Sementara itu, perbesaran anguler teleskop bintang adalah sebagai berikut. Manguler = β = tan β α tan α atau Manguler = fob …………… Pers. 3 fok Keterangan Manguler = perbesaran anguler α = sudut penglihatan/pandangan tanpa menggunakan teleskop β = sudut penglihatan/pandangan dengan menggunakan teleskop fob = jarak fokus lensa objektif fok = jarak fokus lensa okuler Contoh Soal 1 Pada saat gerhana Matahari, seorang peneliti gerhana mengamatinya dengan sebuah teleskop bintang. Lensa objektif dan okuler yang digunakan memiliki jarak fokus masing-masing 60 cm dan 2 cm. Jika sudut diameter Matahari dilihat dengan mata telanjang 0,6o, berapa derajat sudut diameter Matahari pada saat diamati menggunakan teleskop bintang tersebut? Jawab Diketahui fob = 60 cm fok = 2 cm α = 0,6o ditanyakan β = …? Jawab Pada lensa objektif Matahari berada pada titik yang jauh sekali sehingga sob = ∞, akibatnya s’ob = fob = 60 cm. Pada lensa okuler Untuk mengamati benda langit, biasanya mata tidak berakomodasi. Bayangan oleh lensa okuler harus jatuh di titik tak hingga, s’ok = ∞. Jika bayangan terletak di tak hingga, dapat dipastikan benda berada di fokus, akibatnya sok = fok = 2 cm. Perbesaran teleskop M = fob = 60 cm = 30 kali fok 2 cm Jadi, sudut diameter matahari ketika diamati menggunakan teleskop adalah sebagai berikut. M = β ⇔ 30 = β ⇔ β = 300,6o= 18o. α 0,6o 2. Teleskop Bumi Teleskop ini digunakan untuk dapat melihat benda-benda jauh di permukaan Bumi. Bayangan akhir yang dihasilkan tentu harus bersifat tegak dan diperbesar. Oleh karena itu, teleskop Bumi dilengkapi dengan sebuah lensa yang berfungsi untuk membalikka bayangan. Lensa tersebut dinamakan lensa pembalik. Lensa ini diletakkan di antara lensa objektif dan lensa okuler. Perhatikan gambar pembentukan bayangan akhir oleh sebuah teleskop Bumi untuk pengamatan dengan mata berakomodasi maksimum berikut ini. Berdasarkan gambar di atas, panjang teleskop Bumi adalah sebagai berikut. L = fob + fok + 4fp …………… Pers. 4 Keterangan L = panjang teleskop fob = jarak fokus lensa objektif fok = jarak fokus lensa okuler fp = jarak fokus lensa pembalik Sementara itu, perbesaran anguler teropong Bumi untuk mata tidak berakomodasi sama dengan perbesaran teropong bintang pada persamaan 3 yaitu sebagai berikut. Manguler = fob …………… Pers. 5 fok Keterangan Manguler = perbesaran anguler fob = jarak fokus lensa objektif fok = jarak fokus lensa okuler Contoh Soal 2 Teropong bumi dengan jarak fokus lensa objektif 40 cm, jarak fokus lensa pembalik 5 cm, dan jarak fokus lensa okulernya 10 cm. Supaya mata melihat bayangan tanpa akomodasi, berapakah jarak antara lensa objektif dan lensa okuler teropong tersebut? Penyelesaian Diketahui fob = 40 cm fp = 5 cm fok = 10 cm Ditanyakan L untuk mata tanpa akomodasi Jawab Jarak antara lensa objektif dan lensa okuler merupakan panjang teropong. Panjang teropong bumi untuk pengamatan dengan mata tanpa akomodasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut. L = fob + fok + 4fp L = 40 cm + 10 cm + 45 cm L = 40 cm + 10 cm + 20 cm = 70 cm Jadi, jarak lensa objektif dan lensa okuler teropong tersebut adalah 70 cm. 3. Teleskop Prisma Teleskop prisma disebut juga teleskop binokuler. Fungsi teleskop ini sama dengan teleskop Bumi. Jika pada teleskop Bumi dilengkapi dengan lensa pembalik, sedangkan teleskop prisma dilengkapi dengan prisma siku-siku. Fungsi prisma ini untuk membalikkan bayangan. Penggunaan prisma dimaksudkan agar teleskop ini tidak terlalu panjang dan praktis digunakan. Teleskop prisma ditunjukkan pada gambar di atas. Setiap teleskop prisma biasanya dilengkapi dengan informasi nomor seperti 7 × 50 atau 20 × 30. Angka pertama menunjukkan perbesaran dan angka kedua menunjukkan diameter lensa objektif dalam milimeter mm. 4. Teleskop Panggung Galilei Teleskop ini merupakan modifikasi dari teleskop Bumi. Pembalikan bayangan dalam teleskop ini dilakukan dengan menggunakan lensa cekung negatif sebagai lensa okulernya. Teleskop ini sering juga disebut teleskop panggung atau teleskop Galilei. Pembentukan bayangan oleh teleskop pangung untuk pengamatan dengan mata berakomodasi ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Berdasarkan gambar di atas, perbesaran anguler teleskop Galilei adalah sebagai berikut. Manguler = fob …………… Pers. 6 fok Adapun panjang teleskop Galilei dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut. L = fob + fok …………… Pers. 7 Keterangan Manguler = perbesaran teleskop L = panjang teleskop fob = jarak fokus lensa objektif fok = jarak fokus lensa okuler Contoh Soal 3 Sebuah teleskop Galilei yang memiliki perbesaran anguler 16 kali dan memiliki jarak fokus objektif 160 cm, digunakan untuk menyelidiki sebuah benda yang terletak sangat jauh. Hitunglah panjang teleskop Galilei ini. Jawab Diketahui fob = 160 cm Manguler = 16 kali Oleh karena dalam teleskop ini lensa okulernya lensa cekung, berarti fok bernilai negatif. Jadi, jarak fokus lensa okuler adalah −10 cm sehingga L = fob + fok L = 160 + −10 L = 150 cm Jadi, panjang teleskop Galilei adalah 150 cm atau 1,5 m. 5. Teleskop Pantul Teleskop ini dilengkapi dengan cermin cekung besar sebagai cermin objektifnya. Selain itu dilengkapi puladengan cermin datar dan lensa cembung sebagai okulernya. Cermin datar berfungsi untuk memantulkan cahaya. Oleh karena itu, teleskop ini disebut teleskop pantul. Perjalanan sinar yang terjadi pada teleskop pantul ditunjukkan seperti pada gambar berikut ini. BUMIDAN ALAM (SD) 1. Kala Rotasi dan Revolusi Benda-benda langit dalam sistem Tata Surya berputar mengelilingi bintang pusatnya yaitu Matahari dengan waktu orbitnya masing-masing. Selain berputar mengelilingi Matahari, planet-planet

Teropong disebut juga dengan nama teleskop. Mungkin kalian pernah melihat teropong, misalnya di planetarium atau dari gambar-gambar seperti gambar di bawah ini. Teropong merupakan alat optik yang dapat digunakan untuk membantu melihat benda-benda jauh. Teropong tersusun oleh dua lensa utama seperti mikroskop. Lensa yang dekat objek juga diberi nama lensa objektif dan yang dekat mata disebut lensa okuler. Lensa okulerpun punya sifat yang sama yaitu berfungsi sebagai lup. Artikel kali ini akan menyajikan informasi tentang rumus perbesaran sudut anguler dan rumus panjang teropong pantul yang terdiri atas 3 jenis, yaitu teropong bintang, teropong bumi dan teropong panggung lengkap dengan contoh soal dan pembahasannya. Untuk itu silahkan kalian simak baik-baik penjelasan berikut ini. 1. Teropong Bintang Teropong memiliki jenis yang banyak tetapi memiliki dasar yang sama. Dasar dari teropong itu adalah teropong bintang. Teropong bintang atau disebut juga teleskop astronomi dipakai untuk mengamati benda-benda langit, misalnya planet-planet, bulan, bintang-bintang, dan lain sebagainya. Pada teropong bintang terdapat dua buah lensa positif lensa objektif dan lensa okuler dengan jarak fokus lensa objektif lebih besar dari lensa okuler, fob > fok. Untuk mata berakomodasi maksimum prinsip kerja ● lensa objektif sob = ∞ s’ob = fob ● lensa okuler berfungsi sebagai lup sok fok. Untuk mata berakomodasi maksimum prinsip kerja ● lensa objektif sob = ∞ s’ob = fob ● lensa pembalik sp = 2fp s’p = 2fp ● lensa okuler berfungsi sebagai lup sok < fok s’ok = −sn titik dekat mata normal Rumus perbesaran sudut dan panjang tubus adalah sebagai berikut. Perbesaran sudut M = fob sok Panjang tubus d = fob + 4fp + sok Keterangan M = perbesaran sudut d = panjang teropong fob = jarak fokus lensa objektif sok = jarak benda oleh lensa okuler fp = jarak fokus lensa pembalik Untuk mata tak berakomodasi prinsip kerja ● lensa objektif sob = ∞ s’ob = fob ● lensa pembalik sp = 2fp s’p = 2fp ● lensa okuler berfungsi sebagai lup sok = fok s’ok = ∞ Rumus perbesaran sudut dan panjang tubus adalah sebagai berikut. Perbesaran sudut M = fob fok Panjang tubus d = fob + 4fp + fok Keterangan M = perbesaran sudut d = panjang teropong fob = jarak fokus lensa objektif fok = jarak fokus lensa okuler fp = jarak fokus lensa pembalik Contoh Soal dan Pembahasan Sebuah teropong Bumi dengan jarak fokus lensa objektif, pembalik dan okuler berturut-turut 80 cm, 5 cm dan 20 cm. Teropong ini digunakan untuk melihat benda jauh oleh orang bermata normal dengan berakomodasi maksimum. Tentukanlah perbesaran sudut dan panjang tubusnya. Penyelesaian Diketahui fob = 80 cm fp = 5 cm fok = 20 cm s’ok = titik dekat mata normal = -25 cm Ditanyakan M dan d Jawab Karena mata berakomodasi maksimum, maka perbesaran sudut teropong Bumi dapat kita cari menggunakan persamaan berikut. Oleh karena jarak benda pada lensa okuler sok belum diketahui, maka kita tentukan dahulu menggunakan persamaan yang berlaku pada lensa yaitu sebagai berikut. Dengan demikian, perbesaran sudutnya adalah Dan panjang tubus teropong dapat kita tentukan dengan menggunakan persamaan berikut. d = fob + 4fp + sok ⇒ d = 80 cm + 45 cm + 11,1 cm ⇒ d = 80 cm + 20 cm + 11,1 cm = 111,1 cm Jadi, perbesaran sudut dan panjang teropong Bumi tersebut adalah 7,2 kali dan 111,1 cm. 3. Teropong Panggung Teropong panggung disebut juga teropong tonil atau teropong Galilei karena yang mengembangkan jenis teropong ini adalah Galileo Galilei. Teropong panggung memiliki fungsi yang sama dengan teropong bumi. Tetapi untuk pembalikan bayangannya supaya tegak digunakan lensa negatif lensa cekung pada lensa okuler. Jadi, teropong panggung menggunakan sebuah lensa positif sebagai lensa objektif dan sebuah lensa negatif sebagai lensa okuler yang juga berfungsi sebagai lensa pembalik. Untuk mata berakomodasi maksimum prinsip kerja ● lensa objektif sob = ∞ s’ob = fob ● lensa okuler berfungsi sebagai lensa pembalik fok < sok < 2fok di belakang lensa okuler s’ok = −sn titik dekat mata normal Rumus perbesaran sudut dan panjang tubus adalah sebagai berikut. Perbesaran sudut M = fob sok Panjang tubus d = fob + sok Keterangan M = perbesaran sudut d = panjang teropong fob = jarak fokus lensa objektif sok = jarak benda oleh lensa okuler Untuk mata tak berakomodasi prinsip kerja ● lensa objektif sob = ∞ s’ob = fob ● lensa okuler sok = fok di belakang lensa okuler s’ok = ∞ Rumus perbesaran sudut dan panjang tubus adalah sebagai berikut. Perbesaran sudut M = fob fok Panjang tubus d = fob + fok Keterangan M = perbesaran sudut d = panjang teropong fob = jarak fokus lensa objektif fok = jarak fokus lensa okuler bernilai negatif Contoh Soal dan Pembahasan Sebuah teropong panggung dengan jarak fokus lensa objektif dan okulernya berturut-turut adalah 50 cm dan 5 cm. Teropong tersebut digunakan untuk melihat bintang oleh orang yang bermata normal tanpa berakomodasi. Tentukanlah perbesaran sudut dan panjang tubusnya. Penyelesaian Diketahui fob = 50 cm fok = −5 cm Ditanyakan M dan d Jawab Untuk penggunaan dengan mata tanpa akomodasi, perbesaran sudut teropong panggung dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut. Jadi, perbesaran sudutnya adalah 10 kali. Panjang teropong dihitung dengan rumus berikut. d = fob + fok d = 50 + −5 d = 45 Jadi, panjang tubung teropong panggung tersebut adalah 45 cm.

1 Diameter Bintang. Apabila dilihat dari bumi secara kasat mata, bintang berbentuk seperti titik-titik yang bercahaya di langit malam. Namun, sejatinya ukuran bintang sangat bervariasi, berkisar antara 20 – 900 juta km. 2. Pergerakan Bintang. Sama halnya Bumi dan planet lainnya, bintang juga melakukan rotasi.
Teropong atau teleskop merupakan alat optik yang dapat digunakan untuk melihat benda-benda yang jauh sehingga tampak lebih dekat dan lebih jelas. Pada tahun 1906, Galileo membuat sebuah teleskop yang terdiri atas dua lensa dan sebuah pipa organa sebagai tabungnya. Setelah itu, Galileo juga membuat bermacam-macam teleskop dan menemukan banyak penemuan dalam bidang astronomi. Sekarang dikenal dua macam teropong, yaitu teropong bias dan teropong pantul. Teropong bias terdiri atas beberapa lensa yang berfungsi membiaskan sinar datang dari benda. Teleskop yang termasuk dalam kategori teropong bias, diantaranya adalah teropong bintang, teropong Bumi medan, teropong panggung tonil dan teropong prisma. Teropong pantul terdiri atas beberapa cermin sebagai pemantul dan lensa sebagai pembias sinar datang dari benda. Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai teropong atau teleskop bintang. Pembahasan kita meliputi pengertian, fungsi, proses pembentukan bayangan, rumus perbesaran, rumus panjang, contoh soal dan pembahasan tentang teropong bintang. Untuk itu silahkan kalian simak baik-baik penjelasan berikut ini. Pengertian dan Fungsi Teropong Bintang Teropong bintang adalah teropong yang digunakan untuk melihat atau mengamati bintang benda langit yang memancarkan cahaya sendiri. Nama lain teropong bintang adalah teropong astronomi. Walaupun dinamakan teropong bintang, akan tetapi fungsi teropong ini bukan hanya untuk melihat bintang saja. Teropong ini dapat juga digunakan untuk mengamati benda-benda angkasa seperti komet, asteroid, planet, atau benda angkasa lainnnya. Pembentukan Bayangan dan Rumus Teropong Bintang Teropong bintang terdiri dari lensa objektif dan lensa okuler. Kedunya menggunakan lensa positif lensa cembung. Seperti halnya pada mikroskop, penggunaan teropong bintang dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan mata berakomodasi maksimum dan mata tanpa akomodasi. 1. Penggunaan Dengan Mata Berakomodasi Maksimum Syarat untuk penggunaan dengan mata berakomodasi maksimum adalah bayangan yang dibentuk oleh lensa okuler jatuh di titik dekat mata s’ok = −sn. Perhatikan skema atau diagram pembentukan bayangan oleh teropong bintang untuk penggunaan mata berakomodasi maksimum berikut ini. Teropong bintang digunakan untuk melihat benda-benda angkasa yang jaraknya sangat jauh. Oleh karena itu, jarak benda pada lensa objektif terletak pada jarak tak terhingga sob = ∞. Jadi, pada lensa objektif berlaku persamaan berikut. Agar mata berakomodasi maksimum, bayangan pada lensa okuler terletak di titik dekat mata s’ok = −sn. jadi, pada lensa okuler berlaku persamaan berikut. Perbesaran anguler pada teropong bintang merupakan perbandingan sudut penglihatan menggunakan teropong bintang θ’ dengan sudut penglihatan tanpa menggunakan teropong bintang θ. Jadi, perbesaran anguler pada teropong bintang dihitung dengan persamaan berikut. mθ = besar bayangan/sok besara bayangan/s’ob Karena s’ob = fob, maka Perbesaran sudut ini merupakan perbesaran total oleh teropong bintang. Jadi, perbesaran pada teropong bintang dapat dihitung dengan persamaan berikut ini. Keterangan mθ = perbesaran anguler M = perbesaran lateral sob = jarak benda lensa objektif sok = jarak benda lensa okuler s’ob = jarak bayangan lensa objektif = sok s’ob = jarak bayangan lensa okuler fob = jarak fokus lensa objektif fok = jarak fokus lensa okuler Sementara itu, panjang teropong dapat ditentukan dengan mengukur jarak antara lensa objektif dan lensa okuler. Oleh karena itu panjang teropong saat penggunaan dengan mata berakomodasi maksimum sesuai dengan rumus atau persamaan berikut ini. d = s’ob + sok d = fob + sok Keterangan d = panjang teropong bintang 2. Penggunaan Dengan Mata Tidak Berakomodasi Pengamatan dengan mata berakomodasi menyebabkan mata cepat lelah. Untuk menghindari mata cepat lelah, dalam melakukan pengamatan dilakukan tanpa akomodasi dengan santai. Untuk mata tidak berakomodasi, bayangan yang dibentuk oleh lensa okuler berada pada titik jauh mata s’ok = ∞. Skema pembentukan bayangan oleh teropong bintang untuk mata tidak berakomodasi dapat kalian lihat pada gambar berikut ini. Untuk lensa objektif, benda terletak di jauh tak hingga, sehingga berlaku persamaan berikut. s'ob = fob Untuk lensa okuler, bayangan terbentuk di titik jauh mata s’ok = ∞, sehingga berlaku persamaan berikut. Perbesaran bayangan pada teropong bintang dinyatakan oleh perbesaran anguler mθ yaitu sebagai berikut. mθ = besar bayangan/sok besara bayangan/fob Karena sok = fok, maka Jadi, perbesaran oleh teropong bintang untuk mata tidak berakomodasi dirumuskan dengan persamaan berikut. Keterangan M = perbesaran total teropong bintang fob = jarak fokus lensa objektif teropong bintang fok = jarak fokus lensa okuler teropong bintang Panjang teropong untuk mata tanpa akomodasi dihitung dengan persamaan berikut. Keterangan d = panjang teropong bintang Contoh Soal dan Pembahasan Agar kalian lebih paham mengenai penerapan rumus-rumus perbesaran dan panjang teropong bintang di atas, silahkan kalian simak baik-baik beberapa contoh soal dan pembahasannya berikut ini. 1. Sebuah teropong bintang memiliki perbesaran 40 kali saat digunakan dengan mata tak berakomodasi. Jika panjang teropong saat itu sebesar 20,5 cm maka tentukanlah titik fokus lensa objektif dan okulernya. Penyelesaian DIketahui M = 40x d = 20,5 cm Ditanyakan fob dan fok Jawab Pada saat tak berakomodasi, perbesarannya memenuhi persamaan berikut. Berarti fob = 40fok Dan panjang teropong sebesar d = fob + fok = 20,5 ⇒ fob + fok = 20,5 ⇒ 40fok + fok = 20,5 ⇒ 41fok = 20,5 ⇒ fok = 20,5/41 ⇒ fok = 0,5 dengan demikian fob adalah sebagai berikut. fob = 40fok ⇒ fob = 400,5 ⇒ fob = 20 Jadi, titik fokus lensa objektifnya adalah 20 cm sedangkan titik fokus lensa okulernya adalah 0,5 cm. 2. Sebuah teropong bintang yang jarak fokus lensa objektifnya 50 cm diarahkan ke pusat bulan. Jika mata tidak berakomodasi diperoleh perbesaran 10 kali. Maka tentukanlah jarak fokus lensa okuler dan panjanag tubus teropong! Penyelesaian Diketahui fob = 50 cm M = 10x Ditanyakan fok dan d Jawab Karena mata tidak berakomodasi, maka perbesaran teropong bintang memenuhi persamaan berikut. fok = 5 cm Untuk mata tidak berakomodasi, panjang tubus teropong dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut. d = fob + fok ⇒ d = 50 cm + 5 cm ⇒ d = 55 cm Dengan demikian, jarak fokus lensa okuler dan panjang tubus teropong bintang tersebut berturut-turut adalah 5 cm dan 55 cm. 3. Dari teropong soal no. 2 akan dipakai untuk membentuk bayangan bulan yang tajam pada sebuah layar yang berjarak 30 cm dari okuler. Tentukan a. Berapa cm lensa okuler harus digeser? b. Berapa kali perbesaran sudut teropong? Penyelesaian Diketahui fok = 5 cm s’ok = 30 cm Ditanyakan a. d b. M = … ? Jawab a. Karena bayangan yang dibentuk tajam, maka pengamatan harus dengan mata berakomodasi maksimum, sehingga panjang teropong memenuhi persamaan berikut. d = fob + sok karena sok belum diketahui, maka kita tentukan dahulu nilainya dengan menggunakan persamaan yang biasa berlaku pada lensa yaitu sebagai berikut. Jadi, panjang teropong sekarang harus d2 = fob + sok ⇒ d2 = 50 cm + 6 cm ⇒ d2 = 56 cm Jadi, lensa okuler harus digeser sejauh d = d2 – d1 ⇒ d = 56 cm – 55 cm dari soal no. 2 ⇒ d = 1 cm b. Perbesaran teropong untuk penggunaan mata berakomodasi maksimum memenuhi persamaan berikut ini. Jadi, perbesaran sudut teropong tersebut adalah 8,33 kali. WXGh.
  • yu9m5m63nl.pages.dev/227
  • yu9m5m63nl.pages.dev/285
  • yu9m5m63nl.pages.dev/277
  • yu9m5m63nl.pages.dev/122
  • yu9m5m63nl.pages.dev/134
  • yu9m5m63nl.pages.dev/418
  • yu9m5m63nl.pages.dev/425
  • yu9m5m63nl.pages.dev/334
  • apa perbedaan antara teropong bintang dan teropong bumi